BORNEONEWS, Palangka Raya - Impor utama Kalimantan Tengah pada Oktober 2024 berasal dari Singapura, Malaysia, dan India. Nilai impor dari Singapura mencapai US$2,17 juta, dari Malaysia sebesar US$1,46 juta, dan dari India sebesar US$0,02 juta.
0"Aspal menjadi komoditas impor utama dari Singapura, sementara ketel uap menjadi komoditas impor utama dari Malaysia dan India," ujar Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Jumat, 27 Desember 2024.
Dibandingkan dengan September 2024, terjadi penurunan nilai impor dari berbagai negara asal impor pada Oktober 2024 senilai US$3,64 juta atau turun 49,93 persen.
"Penurunan ini mencerminkan adanya fluktuasi dalam aktivitas impor di wilayah ini," tambah Agnes.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor impor menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi.
Penurunan nilai impor Kalimantan Tengah pada Oktober 2024 tercatat di berbagai negara asal impor, di antaranya Malaysia dan Saudi Arabia.
"Penurunan ini menunjukkan adanya perubahan dalam permintaan dan harga komoditas impor dari negara-negara tersebut," jelas Agnes.
Hal ini mencerminkan adanya dinamika yang kompleks dalam perdagangan internasional. Namun, jika dibandingkan dengan bulan yang sama 2023, secara umum terjadi peningkatan impor Kalimantan Tengah pada Oktober 2024 senilai US$1,28 juta atau naik sebesar 54,01 persen, dari US$2,37 juta menjadi US$3,65 juta.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan terhadap komoditas impor di Kalimantan Tengah," kata Agnes.
Hal ini mencerminkan adanya kebutuhan yang tinggi terhadap berbagai komoditas impor. Dilihat secara kumulatif, juga terjadi penurunan nilai impor dibandingkan dengan kondisi tahun sebelumnya.
Nilai impor Kalimantan Tengah pada periode Januari-Oktober 2024 mencapai US$51,31 juta atau turun 16,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang tercatat sebesar US$61,74 juta.
"Penurunan ini menunjukkan adanya tantangan yang harus dihadapi dalam sektor impor," tambah Agnes.
Dengan adanya penurunan nilai impor ini, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas impor Kalimantan Tengah di pasar internasional.
"Kami berharap upaya ini dapat membantu meningkatkan nilai impor dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian daerah," jelasnya.(TESTI PRISCILLA/R)









