BORNEONEWS, Palangka Raya - Bongkar muat komoditas impor Kalimantan Tengah dari negara mitra dagang selama Oktober 2024 dilakukan melalui berbagai pelabuhan, baik yang berada di dalam Kalimantan Tengah maupun di luar Kalimantan Tengah.
Pada Oktober 2024, aktivitas bongkar muatan impor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah utamanya dilakukan di Pelabuhan Sampit dan Pelabuhan Pulang Pisau.
"Pelabuhan Sampit dan Pulang Pisau menjadi pusat utama aktivitas bongkar muat impor di wilayah ini," ujar Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Jumat, 27 Desember 2024.
Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, aktivitas bongkar muat impor di Pelabuhan Sampit mengalami peningkatan nilai tertinggi, yaitu sebesar US$2,22 juta.
"Bulan sebelumnya tidak ada impor di Pelabuhan Sampit, sehingga peningkatan ini sangat signifikan," tambah Agnes.
Hal ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan terhadap komoditas impor yang masuk melalui pelabuhan tersebut.
Sebaliknya, nilai impor di Pelabuhan Pulang Pisau mengalami penurunan sebesar US$5,63 juta atau turun sebesar 86,35 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Penurunan ini mencerminkan adanya fluktuasi dalam aktivitas impor di Pelabuhan Pulang Pisau," jelas Agnes.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor impor menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu, nilai impor melalui Pelabuhan Sampit mengalami peningkatan terbesar, yaitu sebesar US$1,51 juta atau naik 212,68 persen.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan terhadap komoditas impor di Pelabuhan Sampit," kata Agnes.
Hal ini mencerminkan adanya kebutuhan yang tinggi terhadap berbagai komoditas impor di wilayah tersebut.
Agnes Widiastuti menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur dan layanan di pelabuhan-pelabuhan utama untuk mendukung aktivitas impor.
"Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur di pelabuhan-pelabuhan utama," tambahnya.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan nilai impor di masa mendatang.
Dengan adanya peningkatan aktivitas bongkar muat impor ini, diharapkan perekonomian Kalimantan Tengah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.(TESTI PRISCILLA/R)









