BORNEONEWS, Palangka Raya - Kapolda Kalimantan Tengah, Brigjen (Polisi) Fahkrizal sudah memerintahkan anak buahnya untuk mengejar dan tangkap pembuat isu SARA di Kotawaringin Timur. Isu tersebut meresahkan, sehingga pelakunya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran juga berharap, masyarakat tak mudah terpancing isu SARA. 

"Itu sudah masuk ranah ujaran kebencian," kata Kapolda Kalteng, Brigjen Fahkrizal, Jumat (16/9/2016).

Kapolda mengungkapkan, kasus pembunuhan di Sampit, Kotawaringin Timur, sudah ditangani hukum. Dalam kejadian itu, kata dia, tidak ada unsur pelecehan suku atau agama melainkan kriminal murni. "Ini kriminal murni dan sudah ditangani Polres Kotawaringin Timur. Kita harap rekan-rekan media bisa menyampaikan bahwa isu yang ada tidak benar."

Forum Kerukunan Pimpinan Daerah (FKPD), yang terdiri dari Kejati Kalteng, Ketua DPRD, Gubernur, Kapolda dan Danrem menggelar pertemuam tertutup. Bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Organisasi masyarakat dan tokoh suku, mereka membahas isu yang terjadi di Sampit

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran berharap, masyarakat tak mudah terpancing isu SARA. Sebagai contoh, peristiwa yang terjadi di Kotawaringin Timur.

"Jangan mudah terpancing. Sekarang ini banyak panglima isu," Kata Ketua DAD Kalteng, Agustiar Sabran di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (15/9/2016).

Menurut Agustiar, setelah pihaknya ke lapangan dan menggali informasi serta fakta, didapatkan bahwa kejadian itu merupakan kriminal murni. Dia berharap dengan ini, warga Kalteng lebih bisa menyaring isu-isu yang berseliweran.

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran juga mengatakan hal senada. Bahkan ditergaskannya, informasi yang beredar di media sosial dan di beberapa pemberitaan jauh berlebihan dari fakta yang ada di lapangan. Kata Sugianto, jika sampai terjadi kejadian yang tidak diinginkan, Kalteng yang akan rugi. Sebagai contoh peristiwa beberapa tahun silam yang sempat menahan kemajuan Kabupaten Kotim.

"Tentu kita inginkan Kalteng ini aman dan nyaman. Marilah kita sama-sama jadikan hukum sebagai panglima. Kalau terjadi kerusuhan kita semua akan rugi," kata Sugianto didampingi Wakil Gubernur Habib Said Ismail di Palangka Raya. (RONI SAHALA/N).