BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Tengah memberi bekal kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak terjerumus dalam peredaran gelap narkotika. Hal ini seiring dengan banyaknya ASN yang terlibat sebagai pengedar maupun pengguna. Bahkan sudah banyak di antaranya yang telah dibekuk aparat penegak hukum.

"Kita berupaya melakukan pencegahan, pemberantasan sampai dengan rehabilitasi," kata Kepala BNN Kalteng, Kombes Pol A Kadarmanta kepada ASN Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kalteng dan Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng, di masing-masing aula pada hari berbeda sejak Rabu (14/9/2016) dan Kamis (15/9/2016).

Di Distamben diikuti 76 ASN, sedangkan di Dishut 50 ASN. Kepala BNN Kalteng Kombes Pol A Kadarmanta mengatakan, penyampaian itu sebagai penguatan agar tidak ada lagi ASN yang terlibat. Juga bertujuan agar setiap instansi lebih efektif dalam upaya mencegah masuknya jaringan dilingkungan kerja.

Menurutnya, ini salah satu cara untuk mensukseskan program pencegahan narkoba. Apalagi, peredaran narkoba sudah menjadi ancaman serius bagi semua pihak. Oleh sebab itu, dia mengajak untuk bersama-sama memerangi sehingga masyarakat dapat hidup sehat tanpa narkoba.

Kabid Pencegahan dan Dayamas Baja Sukma menambahkan, wawasan tentang bahaya narkoba penting untuk disampaikan. Upaya pencegahan sendiri merupakan prioritas bagi BNN. (BUDI YULIANTO/N).