BORNEONEWS, Palangka Raya - Penerjemahan cerita anak yang dilakukan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah beberapa tahun belakangan diharapkan dapat mendokumentasikan semua bahasa daerah yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah.
"Dengan penerjemahan cerita anak, setiap bahasa daerah dapat memiliki cerita anak yang dapat dibaca dan dipahami oleh anak-anak," kata Penerjemah pada Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional atau KKLP, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Septiana Delaseniati pada Sabtu, 28 Desember 2024.
Proses alih bahasa ini juga menurut Septiana dilakukan ke dalam bahasa Indonesia, sehingga cerita anak tersebut dapat dinikmati oleh lebih banyak pembaca.
"Melalui penerjemahan ini, diharapkan kita tidak hanya memiliki bahan bacaan literasi yang memadai, tetapi juga dapat melahirkan banyak penulis-penulis asli daerah," tambah Septiana.
Penulis-penulis ini, lanjutnya, diharapkan mampu mengangkat budaya dan bahasa daerah masing-masing melalui karya-karya mereka. Dengan demikian, budaya dan bahasa daerah dapat terus hidup dan berkembang.
--page
"Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berperan penting dalam produksi buku terjemahan ini. Kami tidak hanya menerjemahkan cerita anak, tetapi juga mendokumentasikan budaya dan bahasa daerah dalam bentuk tulisan," tuturnya sembari menambahkan bahwa hal ini menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian budaya dan bahasa daerah. (TESTI PRISCILLA/Y)









