PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rapat Panitia Inti Pembangunan Gereja Maranatha Palangka Raya diadakan untuk membahas dan menyeleksi calon pemenang "Lomba Desain Gedung Gereja Maranatha Bercirikan Etnik Dayak dan Modern".

Ketua Pembangunan Gereja Maranatha, Rawing Rambang menyatakan bahwa rapat ini sangat penting untuk memastikan bahwa desain yang terpilih tidak hanya memenuhi aspek estetika, tetapi juga mencerminkan identitas budaya Dayak yang kuat.

Menurut Rawing, lomba desain ini telah menarik banyak perhatian dari berbagai kalangan, baik arsitek lokal maupun nasional.

"Kami menerima banyak sekali desain yang kreatif dan inovatif. Setiap desain memiliki keunikan tersendiri, namun kami harus memilih yang terbaik yang dapat merepresentasikan budaya Dayak sekaligus memiliki sentuhan modern," ujarnya kepada Borneonews pada Sabtu, 28 Desember 2024.

Selama rapat, panitia melakukan penilaian mendalam terhadap setiap desain yang masuk. Kriteria penilaian meliputi kesesuaian dengan tema, keindahan, fungsionalitas, dan keberlanjutan. Rawing menambahkan bahwa proses seleksi ini tidak mudah karena banyak desain yang sangat bagus dan layak untuk dipertimbangkan.

Rawing juga menekankan pentingnya keterlibatan komunitas dalam proses pembangunan gereja ini.

--page

"Kami ingin memastikan bahwa gereja ini nantinya akan menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Dayak dan seluruh jemaat. Oleh karena itu, kami sangat menghargai masukan dan partisipasi dari semua pihak," katanya.

Selain itu, Rawing mengungkapkan bahwa panitia juga mempertimbangkan aspek biaya dan waktu dalam memilih desain pemenang.

"Kami harus realistis dengan anggaran yang tersedia dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan. Desain yang terpilih harus dapat diwujudkan dengan sumber daya yang ada," jelasnya.

Pada akhir rapat, panitia berhasil menyaring beberapa desain terbaik yang akan dipresentasikan kepada jemaat untuk mendapatkan persetujuan akhir. Rawing berharap bahwa desain yang terpilih nantinya akan menjadi inspirasi bagi pembangunan gereja-gereja lain di Kalimantan Tengah.

"Kami optimis bahwa gereja ini akan menjadi landmark baru yang menggabungkan tradisi dan modernitas," katanya. (TESTI PRISCILLA/y)