BORNEONEWS, Sampit – Menjelang perayaan Tahun Baru, penjualan kembang api dan terompet di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu awal bulan sudah banyak yang beli, tahun ini baru beberapa hari ini ada peningkatan. Tapi tetap tidak seramai tahun sebelumnya. Mungkin karena bertepatan dengan libur sekolah, sebagian warga ke luar kota, atau ada keperluan lain,” kata Dewi Murni, salah satu penjual kembang api dan terompet di sekitar Taman Kota Sampit, Sabtu, 28 Desember 2024.
Selain jumlah pembeli yang menurun, keuntungannya pun menurun karena tidak dapat menaikkan harga jual. Padahal tahun-tahun sebelumnya harga dipatok lebih tinggi dari agen, namun tahun ini tidak jauh berbeda dari harga agen.
Sebagai contoh, harga terompet dijual Rp20.000 per unit dengan selisih hanya Rp5.000 dari harga agen. Sementara itu, harga kembang api panjang yang berisi empat biji kini dijual Rp85.000 hingga Rp90.000, lebih murah dibanding tahun lalu yang mencapai Rp100.000. Untuk jenis kembang api lainnya, seperti yang berukuran kecil, harganya mulai Rp8.000 per buah.
Dewi menjelaskan, terompet biasanya hanya dijual saat momen pergantian tahun, sedangkan kembang api masih memiliki permintaan di luar momen tahun baru, terutama untuk kebutuhan acara atau event tertentu.
--page
Meski pasar sedang lesu, Dewi tetap optimis dan berharap antusiasme masyarakat akan meningkat menjelang malam pergantian tahun.
"Semoga malam tahun baru nanti lebih ramai, jadi kita bisa bisa membantu penghasilan kami," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









