BORNEONEWS, Sampit – Seekor buaya muara berukuran besar terlihat di tepi Sungai Mentaya, Desa Basirih Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Kami mendapat laporan ini kemarin malam, Sabtu, 28 Desember 2024. Ada sesuatu yang dimakan buaya itu, bisa jadi bangkai binatang yang dibuang warga ke sungai atau ikan hasil tangkapannya,” kata Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Sampit, Muriansyah, Minggu, 29 Desember 2024.
Kejadian ini terekam dalam sebuah video berdurasi 28 detik yang memperlihatkan buaya tersebut sedang berusaha menelan sesuatu, diduga bangkai binatang atau ikan hasil tangkapannya. Predator berjenis buaya muara tersebut terlihat berukuran besar dengan mulut yang menganga.
Kemunculan buaya di Kotim ini bukan hal yang jarang terjadi, terutama di akhir dan awal tahun. Menurut Muriansyah, saat ini merupakan masa kawin dan bertelur bagi buaya, sehingga mereka cenderung lebih sering terlihat dan menjadi lebih agresif.
“Dua bulan terakhir di akhir tahun ini dan dua bulan pertama di awal tahun biasanya merupakan fase buaya kawin dan bertelur. Mereka akan lebih sering muncul dan cenderung agresif,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat di sekitar sungai untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di dekat sungai terutama saat malam hari. Masyarakat juga diminta tidak membuat kandang ternak di dekat sungai karena dapat mengundang buaya.
“Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah atau bangkai binatang ke sungai, karena itu dapat memancing buaya untuk datang,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









