BORNEONEWS, Sampit -- Korban pembunuhan di Jl Fathul Jannah, Kelurahan Baamang Tengah, kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Hendri Triwani (23) warga Jl H Mansur, ternyata menenggak miras lebih dulu sebelum tewas terbunuh. Sementara itu, Kameludin salah seorang tersangka pembunuhan ini, sebelumnya adalah penjual sabu.
Hal itu terungkap pada saat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) melakukan rekonstruksi pembunuhan tersebut di depan aula Tunggal Panaluan Mapolres Kotim di Sampit, pada Jumat sore (16/9/2016) sekitar pukul 16.15 WIB.
"Saya tidak jual sabu," teriak Kameludin menjawab permintaan Hendri yang setengah memaksa untuk membeli sabu.
" Di sini dulu jual sabu, " sahut Hendri
"Iya dulu saya jual, sekarang tidak lagi," kata Kameludin.
Dengan disaksikan langsung oleh kuasa hukum tersangka dan jaksa penuntut umum (JPU).
Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan mengatakan, rekontruksi sengaja dilakukan di mapolres, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bakal terjadi. Sehingg bisa membuat mengganggu jalanannya reka ulang tersebut.
"Untuk peran diperagakan oleh pelaku sendiri yakni Kameludin (33) dan anaknnya Irfan M (17). Sedangkan untuk korban sendiri diperankan oleh salah satu anggota kami," ujar Hendra, usai rekontruksi dilakukan, Jumat (16/9/2016).
Dalam rekontruksi yang dilakukan tersebut, ada 23 adegan yang dipergakan oleh para saksi dan pelaku. Dimana mulai dari korban bersama tiga orang temannya sedang meneguk minuman keras dan menjual celurit miliknya untuk membeli narkoba jenis sabu, hingga terjadinya perkelahian antara Kameludin dan Hendri, yang berujung pada pembacokan menggunakan celurit oleh Irfan M yang berujung pada tewasnya korban.
"Rekon terpaksa cepat kami lakukan, karena tersangka utama adalah anak di bawah umur," ungkap Hendra.
Sementara kuasa hukum dari kedua tersangka yakni Burhanudin mengatakan, apa yang dilakukan dalam rekontruksi tersebut sudah sesuai dengan keterangan kedua terdakwa.
"Iya sudah sesuai, tinggal penentuan pasal untuk sang ayah saja. Karena yang melakukan pembunuhan itu hanyalah IM sendiri," kata Burhanudin. (MH/*)








