PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Oktober 2024, frekuensi penerbangan di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan signifikan sebesar 36,98 persen dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

"Jumlah penerbangan meningkat dari 922 penerbangan pada Oktober 2023 menjadi 1.263 penerbangan pada Oktober 2024," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Minggu, 29 Desember 2024.

Peningkatan ini menunjukkan adanya pertumbuhan yang cukup pesat dalam sektor transportasi udara di wilayah tersebut.

"Namun, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan udara di hampir seluruh bandara di Kalimantan Tengah selama Oktober 2024," katanya.

Penurunan ini menurut Agnes mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan musim atau kondisi ekonomi yang mempengaruhi jumlah penumpang yang bepergian melalui udara.

"Meskipun demikian, Bandara H Asan Sampit menjadi pengecualian dengan mencatatkan peningkatan jumlah penumpang sebesar 37,90 persen," jelasnya.

Jumlah penumpang di bandara ini naik dari 6.633 orang pada bulan sebelumnya menjadi 9.147 orang pada Oktober 2024. Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di bandara tersebut, mungkin karena adanya acara atau kegiatan khusus di wilayah tersebut.

"Di sisi lain, Bandara Iskandar Pangkalan Bun mengalami penurunan jumlah penumpang sebesar 3,43 persen, dari 40.939 orang menjadi 39.536 orang," bebernya.

Penurunan ini mungkin disebabkan oleh berkurangnya jumlah penerbangan atau perubahan preferensi penumpang yang memilih moda transportasi lain. Meskipun penurunan ini tidak terlalu signifikan, tetap menunjukkan adanya fluktuasi dalam jumlah penumpang di bandara tersebut.

"Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya juga mengalami penurunan jumlah penumpang sebesar 0,57 persen, dari 62.221 orang menjadi 61.867 orang,"katanya.

Penurunan ini relatif kecil namun tetap menunjukkan adanya penurunan aktivitas penumpang di bandara utama Kalimantan Tengah ini. Faktor-faktor seperti kondisi cuaca atau perubahan jadwal penerbangan mungkin berkontribusi terhadap penurunan ini.

Selain itu, bandara-bandara lainnya di Kalimantan Tengah juga mengalami penurunan jumlah penumpang sebesar 1,05 persen, dari 4.565 orang menjadi 4.517 orang. Meskipun penurunan ini tidak terlalu besar, tetap menunjukkan adanya tren penurunan jumlah penumpang di bandara-bandara kecil di wilayah tersebut. Hal ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan rute penerbangan atau kondisi ekonomi lokal yang mempengaruhi jumlah penumpang yang bepergian melalui udara.(TESTI PRISCILLA/J)