BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Forum Komunikasi Damang se-Kalimantan Tengah (Kalteng), Kardinal Tarung, mengimbau orang tua dan pemangku adat untuk lebih proaktif dalam menanamkan nilai-nilai penting adat istiadat kepada generasi muda.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan tokoh adat dalam menjaga kelestarian budaya daerah.
"Adat adalah cermin sosial dan budaya suatu daerah," ujar Kardinal Tarung, Minggu, 29 Desember 2024.
Menurutnya, adat istiadat merupakan warisan berharga yang harus dilindungi dan diwariskan kepada generasi penerus agar tetap lestari.
Kardinal Tarung menilai upaya pemerintah dalam mensosialisasikan adat dan budaya kepada generasi muda sudah cukup maksimal. Namun, ia menyoroti bahwa sosialisasi tersebut masih bersifat parsial dan belum menyeluruh.
Sosialisasi yang terfragmentasi dinilai kurang efektif untuk menanamkan pemahaman yang komprehensif tentang adat istiadat. Ia berharap agar sosialisasi adat dan budaya dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan holistik.
Kerja sama yang erat antara pemerintah, lembaga adat, sekolah, dan keluarga sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Pendidikan berbasis kearifan lokal perlu diperkuat dalam kurikulum pendidikan.
Selain sosialisasi, Kardinal Tarung juga menekankan pentingnya praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda perlu melihat dan merasakan langsung bagaimana adat istiadat diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Hal ini akan lebih efektif daripada hanya mendengar penjelasan teoritis.
"Dengan peran aktif orang tua, pemangku adat, dan pemerintah, diharapkan generasi muda Kalteng dapat memahami dan menghargai nilai-nilai luhur adat istiadat, sehingga budaya daerah tetap lestari dan menjadi identitas bangsa," pungkasnya. (PATHUR/J)









