BORNEONEWS, Palangka Raya - Penerjemah pada Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional atau KKLP, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Septiana Delaseniati berharap bahwa dengan adanya penerjemahan cerita anak pada sepanjang tahun 2024 dapat membantu anak-anak dapat lebih mengenal dan mencintai bahasa daerah mereka.
"Tahun 2024 ini kita telah menerjemahkan 75 judul buku cerita anak dwibahasa, diharapkan ini dapat meningkatkan minat baca anak-anak terhadap cerita-cerita dalam bahasa daerah" kata Septi pada Minggu, 29 Desember 2024.
Dengan demikian, katanya, bahasa daerah dapat terus hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Penerjemahan cerita anak ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi penulis-penulis lain untuk menulis dalam bahasa daerah.
"Dengan semakin banyaknya penulis yang menulis dalam bahasa daerah, diharapkan budaya dan bahasa daerah dapat terus hidup dan dikenal oleh generasi mendatang," kata Septi lagi.
Hal ini menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan budaya dan bahasa daerah. Selain itu, penerjemahan cerita anak ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas bacaan anak-anak. Dengan adanya cerita anak dalam bahasa daerah, anak-anak dapat lebih mudah memahami dan menikmati cerita tersebut.
Hal ini juga dapat meningkatkan minat baca anak-anak terhadap cerita-cerita dalam bahasa daerah," tuturnya.
Septi juga berharap bahwa penerjemahan cerita anak ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan demikian, setiap daerah dapat memiliki cerita anak dalam bahasa daerah masing-masing. Hal ini menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian budaya dan bahasa daerah di seluruh Indonesia.
"Penerjemahan cerita anak ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan bahasa daerah. Dengan adanya cerita anak dalam bahasa daerah, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai dan mencintai bahasa daerah mereka. Hal ini juga dapat meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya dan bahasa daerah mereka," bebernya.
Selain itu, penerjemahan cerita anak ini juga diharapkan dapat menjadi bahan ajar di sekolah-sekolah. Dengan adanya cerita anak dalam bahasa daerah, diharapkan dapat meningkatkan minat belajar anak-anak terhadap bahasa daerah. Hal ini juga dapat meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap budaya dan bahasa daerah mereka.
Septiana berharap bahwa penerjemahan cerita anak ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Dengan adanya cerita anak dalam bahasa daerah, diharapkan dapat meningkatkan minat baca anak-anak, melestarikan bahasa daerah, dan mendokumentasikan budaya dan bahasa daerah dalam bentuk tulisan.
"Hal ini menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian budaya dan bahasa daerah di Kalimantan Tengah," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/J)









