BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Kalimantan Tengah, Siswanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan pemerintah selama ini yang telah membantu dunia usaha terus membaik.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Kabupaten Kotawaringin Timur terutama menyoroti dukungan pemerintah untuk dunia usaha di Kotim. Dirinya mengungkapkan bahwa meskipun ada sejumlah permasalahan yang terjadi pada tahun 2024, secara umum dunia usaha berjalan dengan baik berkat dukungan pemerintah.
"Selama tahun 2024, sejumlah permasalahan dalam dunia usaha masih terjadi di Kotawaringin Timur. Salah satu kejadian yang cukup menyita perhatian adalah munculnya penjarahan kelapa sawit oleh sekelompok masyarakat. Apindo berterima kasih karena pemerintah daerah dan aparat keamanan langsung menyikapi situasi ini dengan langkah cepat, sehingga dapat mencegah meluasnya tindakan pidana yang merugikan perusahaan," kata Siswanto pada Minggu, 29 Desember 2024.
Apindo, katanya, terus berharap dukungan dari pemerintah daerah dan aparat keamanan agar iklim usaha di Kotawaringin Timur semakin aman dan nyaman. Hal ini tentu akan berdampak terhadap kelangsungan usaha, pekerja, dan imbas sosial yang dirasakan oleh masyarakat Kotawaringin Timur.
"Faktor keamanan dan kenyamanan sangat penting bagi dunia usaha atau investasi. Jika keamanan terganggu, maka perusahaan tidak bisa optimal dalam operasionalnya, sehingga berdampak terhadap produksi dan nasib pekerja," katanya lagi.
Menurut Siswanto, diperlukan sinergi agar dunia usaha, pembangunan, dan masyarakat bisa terus harmonis dan saling mendukung. Ini akan menjadi modal besar dalam upaya bersama untuk mendorong pembangunan daerah. Siswanto menambahkan bahwa jika perusahaan maju, maka yang turut merasakannya adalah pekerja serta masyarakat.
Ketua Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia atau GPPI Wilayah Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Katingan ini lalu menambahkan bahwa salah satu wujud komitmen pengusaha di daerah ini adalah dengan mendukung penetapan upah minimum tahun 2025 sesuai harapan pemerintah.
Hasil rapat Dewan Pengupahan menetapkan Upah Minimum Kabupaten atau UMK Kotawaringin Timur tahun 2025 sebesar 6,50 persen dari UMK tahun 2024.
Siswanto berharap bahwa pada tahun 2025 nanti, dunia usaha semakin meningkat, iklim investasi semakin aman dan nyaman, sehingga mampu berkontribusi lebih besar lagi terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan dukungan yang terus berlanjut dari pemerintah dan aparat keamanan, Apindo Kotawaringin Timur optimis bahwa iklim investasi di daerah ini akan semakin baik, memberikan manfaat yang besar bagi dunia usaha, pekerja, dan masyarakat," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/j)









