BORNEONEWS, Sampit – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diprediksi mengalami pola dua puncak musim hujan pada periode Desember 2024-Januari 2025 dan Maret-April 2025.
"Nanti puncak hujan memiliki pola 2 puncak hujan Desember-Januari dan Maret-April. Berkenaan drngan la nina berpengaruh pada jumlah curah hujan yang signifikan," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotim Rahmat Wahidin Abdi, Minggu, 29 Desember 2024.
Saat ini masih berada dalam musim hujan yang diperkirakan berlangsung selama 6-7 bulan sejak September 2024 hingga April 2025.
"Awal musim hujan dimulai sekitar September-Oktober, sementara akhir musim hujan diprediksi pada Maret-April. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa akhir musim hujan adalah awal musim kemarau, yang biasanya ditandai oleh cuaca tidak menentu atau fase pancaroba," tambahnya.
Lanjutnya, La Nina yang masih aktif hingga Februari 2025 turut memengaruhi curah hujan di Kotim. Meski fase La Nina mulai menurun pada Maret, dampaknya tetap signifikan terhadap jumlah curah hujan.
"Kepala BMKG telah membuat press rilis bahwa La Nina akan berlanjut hingga Februari 2024. Kondisi ini meningkatkan intensitas hujan, terutama pada puncak musim hujan," ujarnya.
Dengan kondisi cuaca yang cenderung basah akibat pengaruh La Nina, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir. Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga disarankan untuk memantau prakiraan cuaca harian agar dapat mengantisipasi perubahan cuaca.
BMKG akan terus memberikan pembaruan informasi cuaca kepada masyarakat Kotim, sehingga semua pihak dapat lebih siap menghadapi pola cuaca yang dinamis selama musim hujan ini. (DEWI PATMALASARI/j)









