PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada tahun 2024, Kota Palangka Raya tetap menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Kalimantan Tengah dengan status capaian pembangunan manusia yang "sangat tinggi" dengan Indeks Pembangunan Manusia atau IPM lebih besar sama dengan 80.

"Hal ini menunjukkan bahwa Kota Palangka Raya berhasil mencapai berbagai indikator pembangunan manusia yang sangat baik, seperti pendidikan, kesehatan, dan standar hidup yang layak," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Minggu, 29 November 2024.

Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan upaya pemerintah daerah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai program pembangunan.

"Sementara itu, status pembangunan manusia di kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Tengah didominasi oleh status "tinggi" dengan IPM antara 70 dan 80," tutur Agnes lagi.

Sebanyak 13 kabupaten/kota masuk dalam kategori ini, menunjukkan bahwa meskipun belum mencapai status "sangat tinggi", mereka telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam berbagai aspek pembangunan manusia. Peningkatan ini mencakup perbaikan dalam akses pendidikan, layanan kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

"Keberhasilan 13 kabupaten/kota dalam mencapai status pembangunan manusia yang "tinggi" tidak terlepas dari berbagai program dan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah daerah dan pusat," tuturnya.

Program-program ini mencakup peningkatan kualitas pendidikan melalui pembangunan sekolah-sekolah baru, peningkatan akses layanan kesehatan dengan membangun fasilitas kesehatan yang lebih baik, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan Tengah.

Namun, meskipun telah ada kemajuan yang signifikan, masih terdapat tantangan yang harus dihadapi oleh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra atau Pemkesra Setda Provinsi Kalteng, Maskur mengatakan bahwa beberapa tantangan tersebut meliputi kesenjangan akses pendidikan dan kesehatan antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta masalah kemiskinan yang masih menjadi perhatian utama.

"Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih intensif dan terkoordinasi untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dan memastikan bahwa semua masyarakat di Kalimantan Tengah dapat merasakan manfaat dari pembangunan," kata Maskur.

Selain itu, penting juga untuk terus memantau dan mengevaluasi program-program pembangunan yang telah dilaksanakan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberhasilan dan kekurangan dari program-program tersebut, sehingga dapat dilakukan perbaikan dan penyesuaian yang diperlukan.

"Dengan demikian, diharapkan pembangunan manusia di Kalimantan Tengah dapat terus meningkat dan mencapai status "sangat tinggi" di lebih banyak kabupaten/kota," tutur Maskur.

Secara keseluruhan, lanjutnya, capaian pembangunan manusia di Kalimantan Tengah pada tahun 2024 menunjukkan kemajuan yang positif. Kota Palangka Raya sebagai satu-satunya kabupaten/kota dengan status "sangat tinggi" menjadi contoh bagi daerah lain, sementara 13 kabupaten/kota dengan status "tinggi" menunjukkan bahwa upaya pembangunan yang dilakukan telah memberikan hasil yang signifikan.

"Dengan terus melanjutkan dan meningkatkan upaya-upaya ini, diharapkan seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah dapat mencapai status pembangunan manusia yang lebih baik di masa depan," katanya. (TESTI PRISCILLA/j)