BORNEONEWS, Palangka Raya - Koordinator KKLP Penerjemahan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Rensi Sisilda menyampaikan harapan besar dari Balai Bahasa Kalteng melalui penerbitan cerita anak dwibahasa.
"Tujuan utama dari penerbitan ini adalah untuk memperkaya buku cerita anak dengan bahasa daerah yang juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian, anak-anak dapat menikmati cerita dalam dua bahasa, yang tidak hanya memperkaya kosakata mereka tetapi juga memperkenalkan mereka pada kekayaan budaya lokal," kata Rensi pada Minggu, 29 Desember 2024.
Selain itu, lanjutnya, penerbitan cerita anak dwibahasa ini juga bertujuan untuk merevitalisasi bahasa daerah yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman.
"Dengan memasukkan bahasa daerah ke dalam cerita anak, diharapkan generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai bahasa ibu mereka," Hal ini penting untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah agar tidak punah dan tetap hidup di tengah arus globalisasi.
"Beberapa bahasa daerah yang telah dimasukkan dalam cerita anak dwibahasa ini antara lain Dayak Ngaju, Dayak Maanyan, Melayu Dialek Kotawaringin, Bahasa Katingan, Bahasa Ot Danum, Bakumpai, Sampit, dan Bahasa Dusun," jelas Rensi lagi.
Setiap bahasa ini memiliki keunikan dan kekayaan tersendiri yang dapat memberikan warna baru dalam cerita anak. Dengan demikian, anak-anak dapat belajar tentang berbagai budaya dan tradisi yang ada di Kalimantan Tengah.
Rensi Sisilda berharap bahwa penerbitan cerita anak dwibahasa ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkaya literatur anak-anak di Kalimantan Tengah.
"Dengan adanya buku-buku ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan tetapi juga pendidikan yang berharga. Mereka dapat belajar tentang bahasa dan budaya lokal, yang pada akhirnya dapat membentuk karakter dan identitas mereka sebagai generasi penerus," katanya. (TESTI PRISCILLA/j)









