PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Salah satu dimensi yang mewakili pembangunan manusia adalah standar hidup layak yang direpresentasikan dengan pengeluaran riil per kapita per tahun, yang disesuaikan.

Standar hidup layak ini mencerminkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Pengeluaran riil per kapita per tahun menjadi indikator penting dalam mengukur kesejahteraan ekonomi masyarakat di suatu wilayah.

"Pada tahun 2024, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan masyarakat Kalimantan Tengah mencapai 12,30 juta rupiah per tahun. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 11,87 juta rupiah per tahun," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 30 Desember 2024.

Peningkatan ini, lanjut Agnes, mencerminkan adanya perbaikan dalam kesejahteraan ekonomi masyarakat Kalimantan Tengah.

Capaian ini meningkat sebesar 425 ribu rupiah atau 3,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini tidak hanya menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan daya beli masyarakat.

"Dengan daya beli yang lebih tinggi, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka dengan lebih baik, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas hidup mereka," terangnya.

Angka ini kata Agnes lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan pengeluaran riil per kapita per tahun selama periode 2020-2023 yang sebesar 2,12 persen per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada tahun 2024 lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti peningkatan investasi, peningkatan produktivitas, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Peningkatan pengeluaran riil per kapita per tahun ini juga mencerminkan adanya peningkatan pendapatan masyarakat. Dengan pendapatan yang lebih tinggi, masyarakat dapat meningkatkan konsumsi mereka, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut," bebernya.

Selain itu, peningkatan pendapatan juga dapat meningkatkan tabungan dan investasi, yang akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian Kalimantan Tengah.

Secara keseluruhan, peningkatan pengeluaran riil per kapita per tahun di Kalimantan Tengah pada tahun 2024 menunjukkan adanya perbaikan dalam kesejahteraan ekonomi masyarakat. Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Dengan demikian, standar hidup layak yang direpresentasikan oleh pengeluaran riil per kapita per tahun menjadi indikator penting dalam mengukur pembangunan manusia di Kalimantan Tengah," jelas Agnes.(TESTI PRISCILLA/j)