BORNEONEWS, Palangka Raya - Penumpang angkutan udara di Kalimantan Tengah sebagian besar terkonsentrasi di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, yang mencakup 53,77 persen dari total penumpang.
"Bandara ini menjadi pusat utama bagi penumpang yang bepergian melalui udara di wilayah tersebut. Selain itu, Bandara Iskandar di Pangkalan Bun juga memiliki peran signifikan dengan 34,36 persen penumpang. Bandara H Asan di Sampit menyumbang 7,95 persen dari total penumpang, sementara bandara lainnya hanya mencakup 3,92 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 30 Desember 2024.
Distribusi penumpang yang terkonsentrasi di beberapa bandara utama ini menunjukkan pentingnya peran Bandara Tjilik Riwut sebagai hub utama transportasi udara di Kalimantan Tengah. Bandara ini tidak hanya melayani penumpang lokal tetapi juga menjadi titik transit bagi penumpang dari berbagai daerah. Dengan demikian, Bandara Tjilik Riwut memainkan peran vital dalam menghubungkan Kalimantan Tengah dengan wilayah lainnya.
"Selain penumpang, arus barang melalui angkutan udara di Kalimantan Tengah juga menunjukkan pola yang serupa. Total volume arus barang yang mencapai 2.031 ton sebagian besar terdistribusi melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, yang mencakup 75,18 persen dari total volume. Bandara ini menjadi pusat utama untuk pengiriman barang melalui udara di wilayah tersebut," terang Agnes.
Bandara Iskandar di Pangkalan Bun juga memiliki peran penting dalam distribusi barang, dengan 17,58 persen dari total volume arus barang. Bandara ini melayani berbagai kebutuhan logistik dan pengiriman barang di wilayah Pangkalan Bun dan sekitarnya.
"Bandara H Asan di Sampit menyumbang 6,30 persen dari total volume arus barang, sementara bandara lainnya hanya mencakup 0,94 persen," katanya.
Distribusi arus barang yang terkonsentrasi di beberapa bandara utama ini menunjukkan pentingnya peran Bandara Tjilik Riwut dalam mendukung kegiatan ekonomi dan logistik di Kalimantan Tengah. Bandara ini tidak hanya melayani kebutuhan penumpang tetapi juga menjadi pusat utama untuk pengiriman barang. Dengan demikian, Bandara Tjilik Riwut memainkan peran ganda dalam mendukung mobilitas dan ekonomi wilayah tersebut.
"Secara keseluruhan, baik penumpang maupun arus barang di Kalimantan Tengah terkonsentrasi di beberapa bandara utama, dengan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sebagai pusat utama," tutur Agnes.
Distribusi ini menurutnya mencerminkan pentingnya peran bandara-bandara tersebut dalam mendukung mobilitas dan kegiatan ekonomi di wilayah Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/J)









