BORNEONEWS, Palangka Raya - Jumlah nilai saham mengalami peningkatan yang signifikan sebesar Rp2.077,11 miliar atau 129,90 persen year-on-year atau yoy.
"Peningkatan ini membawa total nilai saham dari Rp1.599,03 miliar menjadi Rp3.676,14 miliar. Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan investor yang semakin tinggi terhadap pasar saham," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz pada Senin, 30 Desember 2024.
Selain itu, lanjut Primandanu, nilai transaksi saham pada bulan September 2024 juga menunjukkan peningkatan yang cukup besar. Nilai transaksi saham meningkat sebesar Rp162 miliar atau 69,84 persen yoy.
"Dari sebelumnya sebesar Rp233 miliar, nilai transaksi saham kini mencapai Rp395 miliar," katanya.
Peningkatan nilai saham dan transaksi ini menunjukkan adanya aktivitas yang lebih dinamis di pasar saham. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi yang membaik dan kebijakan pemerintah yang mendukung investasi.
"Investor tampaknya semakin yakin dengan prospek pasar saham, yang tercermin dari peningkatan nilai saham dan volume transaksi. Kepercayaan ini penting untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan pasar saham di masa depan," tuturnya.
Selain itu, peningkatan ini juga bisa menjadi indikasi bahwa perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa saham menunjukkan kinerja yang baik. Kinerja yang baik ini menarik lebih banyak investor untuk berpartisipasi di pasar saham.
"Secara keseluruhan, peningkatan nilai saham dan transaksi saham pada bulan September 2024 menunjukkan tren positif di pasar saham. Tren ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan," jelas Primandanu. (TESTI PRISCILLA/j)









