PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penurunan nilai penjualan APERD sebesar Rp6,34 miliar atau negatif 36,37 persen yoy dari Rp14,67 miliar menjadi Rp8,33 miliar menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam kinerja keuangan.

"Salah satu faktor yang dapat menyebabkan penurunan ini adalah diversifikasi produk investasi. Diversifikasi memungkinkan nasabah untuk menyebar investasinya ke berbagai produk, sehingga mengurangi konsentrasi pada satu produk tertentu," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz pada Senin, 30 Desember 2024.

Selain diversifikasi, katanya, pengalihan instrumen investasi ke instrumen lainnya juga dapat menjadi penyebab penurunan nilai penjualan. Pengalihan ini biasanya dilakukan oleh nasabah yang ingin mengikuti perkembangan dan kondisi ekonomi global.

"Dengan adanya pengalihan ini, nasabah dapat mencari instrumen investasi yang lebih menguntungkan atau lebih aman sesuai dengan kondisi ekonomi yang sedang berlangsung," katanya lagi.

Perkembangan ekonomi global yang dinamis turut mempengaruhi keputusan investasi nasabah. Ketidakpastian ekonomi global dapat mendorong nasabah untuk lebih berhati-hati dalam memilih instrumen investasi. Hal ini dapat menyebabkan penurunan nilai penjualan pada instrumen investasi yang dianggap berisiko tinggi atau kurang menguntungkan dalam kondisi ekonomi tertentu.

"Dalam menghadapi penurunan nilai penjualan ini, APERD perlu melakukan evaluasi terhadap produk-produk investasi yang ditawarkan," tutur Primandanu.

Evaluasi ini bertujuan untuk menyesuaikan produk investasi dengan kebutuhan dan preferensi nasabah yang terus berkembang. Dengan demikian, APERD dapat menawarkan produk investasi yang lebih relevan dan menarik bagi nasabah.

"Selain itu, APERD juga perlu meningkatkan edukasi dan literasi keuangan kepada nasabah," bebernya.

Edukasi ini penting agar nasabah dapat memahami risiko dan potensi keuntungan dari berbagai instrumen investasi yang tersedia. Dengan pemahaman yang lebih baik, nasabah dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijak dan sesuai dengan kondisi ekonomi global yang terus berubah.

"Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu APERD dalam menghadapi tantangan penurunan nilai penjualan dan meningkatkan kinerja keuangan secara keseluruhan. Dengan strategi yang tepat, APERD dapat kembali meraih kepercayaan nasabah dan meningkatkan nilai penjualannya di masa mendatang," katanya. (TESTI PRISCILLA/j)