BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, mengimbau masyarakat, khususnya generasi milenial, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran investasi yang tidak jelas sumber dananya.
Maraknya penipuan berkedok investasi menjadi perhatian serius, mengingat banyaknya generasi muda yang tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.
Sudarsono mengingatkan bahwa investasi yang sah dan terpercaya selalu memiliki dasar hukum yang jelas dan terdaftar secara resmi di lembaga pengawas yang berwenang. Ia menyarankan agar masyarakat selalu melakukan riset dan pengecekan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
"Generasi milenial, yang dikenal aktif di dunia digital, rentan menjadi korban investasi bodong karena mudah terpapar informasi melalui media sosial dan platform online, oleh karena itu, penting bagi mereka untuk lebih selektif dalam menerima informasi dan tawaran investasi," katanya, Minggu, 30 Desember 2024
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, Sudarsono menyarankan untuk memeriksa legalitas perusahaan atau individu yang menawarkan investasi tersebut. Pastikan perusahaan tersebut terdaftar dan diawasi oleh otoritas yang berwenang, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Jangan mudah tergiur dengan janji keuntungan yang tidak masuk akal atau di luar batas kewajaran. Investasi yang sah dan terpercaya memberikan keuntungan yang realistis dan sesuai dengan risiko yang ditanggung. Keuntungan yang terlalu besar dalam waktu singkat patut diwaspadai sebagai indikasi penipuan.
Komisi I DPRD Kalteng mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah maraknya investasi ilegal dengan melaporkan setiap informasi mencurigakan kepada pihak berwajib.
"Pencegahan dan edukasi dini sangat penting untuk melindungi masyarakat dari kerugian finansial yang besar," pungkasnya. (PATHUR/j)









