PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Oktober 2024, frekuensi kunjungan kapal laut di seluruh pelabuhan di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 12,69 persen dibandingkan dengan September 2024.

"Jumlah kunjungan kapal meningkat dari 725 kunjungan pada bulan September menjadi 817 kunjungan pada bulan Oktober. Peningkatan ini menunjukkan adanya aktivitas yang lebih tinggi di pelabuhan-pelabuhan di Kalimantan Tengah selama bulan tersebut," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 30 Desember 2024.

Jika dilihat berdasarkan pelabuhan, katanya, peningkatan frekuensi kunjungan kapal terjadi di beberapa pelabuhan utama. Pelabuhan Sampit mencatat peningkatan terbesar dengan tambahan 56 kunjungan kapal.

"Pelabuhan Kumai juga mengalami peningkatan yang signifikan dengan 34 kunjungan tambahan. Selain itu, Pelabuhan Sukamara dan Pelabuhan Kuala Pembuang masing-masing mencatat peningkatan sebanyak 9 dan 6 kunjungan kapal," jelasnya.

Namun, tidak semua pelabuhan mengalami peningkatan frekuensi kunjungan kapal. Pelabuhan Pulang Pisau justru mengalami penurunan frekuensi kunjungan sebanyak 7 kunjungan. Begitu pula dengan Pelabuhan Pangkalan Bun yang mencatat penurunan sebanyak 6 kunjungan kapal. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor seperti perubahan rute pelayaran atau penurunan aktivitas perdagangan di pelabuhan-pelabuhan tersebut.

"Secara keseluruhan, peningkatan frekuensi kunjungan kapal di Kalimantan Tengah pada bulan Oktober 2024 menunjukkan adanya peningkatan aktivitas maritim di wilayah tersebut. Hal ini dapat berdampak positif terhadap perekonomian lokal, terutama dalam sektor perdagangan dan logistik. Peningkatan kunjungan kapal juga dapat meningkatkan pendapatan pelabuhan melalui biaya sandar dan layanan lainnya," jelas Agnes lagi.

Selain itu, peningkatan frekuensi kunjungan kapal juga dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata. Dengan lebih banyak kapal yang berlabuh di pelabuhan-pelabuhan di Kalimantan Tengah, peluang untuk menarik wisatawan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut juga meningkat. Hal ini dapat memberikan kontribusi tambahan terhadap perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.

"Namun, peningkatan frekuensi kunjungan kapal juga perlu diimbangi dengan peningkatan fasilitas dan layanan di pelabuhan-pelabuhan tersebut," tuturnya.

Pelabuhan perlu memastikan bahwa mereka memiliki infrastruktur yang memadai untuk menangani peningkatan jumlah kapal dan barang yang datang. Selain itu, peningkatan layanan seperti keamanan, kebersihan, dan efisiensi operasional juga penting untuk memastikan bahwa pelabuhan dapat beroperasi dengan lancar dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa pelabuhan. (TESTI PRISCILLA/j)