BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa pada Oktober 2024, frekuensi kunjungan kapal di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan sebesar 5,01 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya.
"Jumlah kunjungan kapal meningkat dari 778 kunjungan pada Oktober 2023 menjadi 817 kunjungan pada Oktober 2024. Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pelayaran di wilayah Kalteng," kata Agnes pada Senin, 30 Desember 2024.
Namun, meskipun frekuensi kunjungan kapal meningkat, jumlah penumpang justru mengalami penurunan yang signifikan. Pada Oktober 2024, jumlah penumpang turun sebesar 21,89 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Penurunan ini terjadi baik pada penumpang yang datang maupun yang berangkat, dengan masing-masing mengalami penurunan sebesar 22,52 persen dan 21,18 persen," katanya.
Selain itu, volume arus barang di Kalimantan Tengah juga mengalami penurunan pada Oktober 2024. Penurunan ini tercatat sebesar 0,97 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya.
"Penurunan volume arus barang ini terutama disebabkan oleh penurunan volume bongkar barang yang mencapai 9,58 persen," jelas Agnes.
Meskipun volume bongkar barang mengalami penurunan, volume muat barang justru mengalami peningkatan. Pada Oktober 2024, volume muat barang naik sebesar 1,87 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pengiriman barang dari Kalimantan Tengah ke daerah lain.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan adanya dinamika yang berbeda antara frekuensi kunjungan kapal, jumlah penumpang, dan volume arus barang di Kalimantan Tengah pada Oktober 2024. Peningkatan frekuensi kunjungan kapal tidak diikuti oleh peningkatan jumlah penumpang, sementara volume arus barang mengalami penurunan meskipun volume muat barang meningkat.
Perubahan-perubahan ini dapat menjadi indikator penting bagi para pemangku kepentingan dalam merencanakan dan mengelola aktivitas pelayaran dan logistik di Kalimantan Tengah. Dengan memahami tren ini, diharapkan dapat diambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional di sektor ini. (TESTI PRISCILLA/j)









