PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jumlah penumpang kapal mengalami penurunan sebesar 2,17 persen, dari 33.681 orang pada September 2024 menjadi 32.951 orang pada Oktober 2024.

"Penurunan ini terjadi pada jumlah penumpang berangkat dan penumpang datang, yang masing-masing turun sebesar 4,09 persen dan 0,35 persen. Hal ini menunjukkan adanya penurunan aktivitas penumpang kapal selama periode tersebut," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 30 Desember 2024.

Di sisi lain, lanjutnya, volume arus barang justru mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 8,62 persen, dari 1,68 juta ton pada September 2024 menjadi 1,82 juta ton pada Oktober 2024.

"Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pengiriman barang melalui jalur laut. Volume muat barang mengalami peningkatan sebesar 15,41 persen, yang menunjukkan adanya peningkatan pengiriman barang keluar dari pelabuhan," jelas Agnes.

Namun, volume bongkar barang mengalami penurunan sebesar 9,56 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya penurunan penerimaan barang di pelabuhan. Meskipun demikian, peningkatan volume muat barang lebih besar dibandingkan dengan penurunan volume bongkar barang, sehingga secara keseluruhan volume arus barang tetap mengalami peningkatan.

"Penurunan jumlah penumpang kapal dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi cuaca yang kurang mendukung, penurunan minat masyarakat untuk bepergian menggunakan kapal, atau adanya alternatif moda transportasi lain yang lebih diminati," tuturnya.

Faktor-faktor ini perlu dianalisis lebih lanjut untuk memahami penyebab penurunan jumlah penumpang kapal.

Peningkatan volume arus barang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi dan perdagangan di wilayah tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh peningkatan permintaan barang dari luar wilayah atau peningkatan produksi barang di dalam wilayah. Peningkatan volume muat barang menunjukkan adanya peningkatan ekspor barang, sedangkan penurunan volume bongkar barang menunjukkan adanya penurunan impor barang.

"Secara keseluruhan, data ini menunjukkan adanya dinamika yang berbeda antara aktivitas penumpang dan arus barang di pelabuhan. Penurunan jumlah penumpang kapal tidak menghalangi peningkatan volume arus barang, yang menunjukkan adanya perbedaan tren antara kedua aktivitas tersebut," kata Agnes lagi.

Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika ini dan untuk merumuskan kebijakan yang tepat dalam mengelola transportasi laut di wilayah tersebut. (TESTI PRISCILLA/j)