PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng menilai wilayah Provinsi Kalteng berpotensi untuk dikembangkan komoditas padi gogo.

“Kalteng memiliki potensi lahan kering yang luas untuk budidaya padi gogo,” ungkap Sunarti saat mendapat kunjungan dari Disbun Sulut, baru baru ini.

Adapun program pengembangan padi gogo di Kalteng merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk memanfaatkan lahan kering yang luas guna meningkatkan produksi pangan dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Padi gogo, atau padi lahan kering, menjadi fokus karena kemampuannya tumbuh tanpa irigasi intensif, sehingga cocok untuk kondisi geografis Kalteng.

Salah satu varietas unggul yang diperkenalkan adalah Gogo Situbagendit, yang memiliki potensi hasil hingga enam ton per hektar dan tahan terhadap penyakit blas serta bakteri hama daun.

--page

Pada Oktober 2024, pemerintah Kalteng meluncurkan Gerakan Menanam Padi Gogo dan Cabai di Kecamatan Rakumpit, Palangka Raya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kalteng, Dinas TPHP Provinsi Kalteng, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya.

Penanaman dilakukan di lahan seluas 20 hektar untuk padi gogo varietas Situpagendit dan 2 hektar untuk cabai varietas Ori 212. Gerakan ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan lokal dan mengendalikan inflasi, khususnya menjelang perayaan hari besar. (HERMAWAN DP/Y)