PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian bahasa dan sastra daerah. Menurut Plh Staf Ahli atau Sahli Gubernur Kalteng, Akhmad Husain, pelestarian ini sangat penting di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat di era globalisasi dan digitalisasi. Upaya ini dianggap sebagai bagian penting dari identitas dan warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.

"Kami menekankan pentingnya program-program yang dijalankan oleh Balai Bahasa dalam menjaga bahasa daerah. Melalui program-program ini, langkah nyata dalam pelestarian bahasa daerah dapat terlihat," kata Husain pada Senin, 30 Desember 2024.

Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan bahasa ibu sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari, sehingga jati diri dan warisan budaya tetap lestari.

Festival Tunas Bahasa Ibu yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa menjadi salah satu contoh nyata dari upaya pelestarian ini. Festival ini bukan hanya menjadi wadah untuk merayakan keberagaman bahasa dan sastra daerah, tetapi juga menanamkan kebanggaan dan kecintaan terhadap bahasa ibu, khususnya kepada generasi muda.

Festival ini memberikan motivasi dan inspirasi serta menggugah kesadaran masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan bahasa daerah di Kalimantan Tengah.

--page

Akhmad Husain juga menuturkan bahwa festival ini menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan yang lebih dalam terhadap bahasa dan budaya daerah.

"Kami berharap generasi muda terinspirasi untuk terus melestarikan kekayaan budaya yang ada di Kalteng. Dengan demikian, bahasa ibu dapat terus digunakan dan tidak punah," katanya. (TESTI PRISCILLA/Y)