PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) merupakan salah satu  program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pulipis. BAAS sebagai gerakan gotong-royong diharapkan dapat mencegah jumlah kasus stunting di Pulang Pisau. Gerakan ini melalui bantuan pemenuhan gizi dan nutrisi bagi anak dari keluarga berisiko stunting kategori kurang mampu yang dijalankan oleh OPD lingkup Pemerintahan Pulang Pisau. 

BAAS dampingan Dinas DPMD di Desa Anjir Pulang Pisau berjalan dengan baik dan maksimal. Hari ini, seluruh OPD pelaksana membubarkan BAAS di Tahun 2024 dan akan dilanjutkan lagi 2025 dengan lokus yang berbeda di masing-masing OPD. 

Kepala Dinas DPMD, Herman Wibowo menyampaikan, dari program BAS selama 90 hari, menunjukkan hasil yang progresif. Ini terlihat dari adanya perubahan berat badan anak dan tinggi badan anak stunting. 

"Ada 11 anak yang kami dampingi, kerja sama dengan, Desa Anjir Pulang Pisau, Bidan desa, ahli gizi dan para ibu atau orang tua dalam menjalankan program selama 3 bulan," kata Herman, Senin, 30 Desember 2024. 

Herman melanjutkan, selama 30 hari, program ini terlaksana dengan baik dan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan anak. "Tujuan utama dari program BASS ini adalah membuka maindsed orang tua terutama ibu-ibu, bagaimana bisa memiliki kesadaran untuk mengolah bahan makanan, menjadi asuspan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak," ujarnya.

--page

Herman menyampaiakan terima kasih atas kerjasamanya dalam menjalankan program tersebut. Kedepan, tambah Herman, sesuai arahan Pj Bupati, setiap OPD diharuskan menganggarkan Rp50 juta, dengan rincian Rp35 juta untuk biaya penanganan stunting atau dalam arti menyediakan bahan makanan sehat bergizi dan yang lainnya, kemudian Rp15 juta sebagai anggaran perjalanan. Namun, DPMD masih menunggu arahan Pj Bupati untuk lokusnya ditempatkan dimana karena bisa saja berubah sesuai arahan dan surat keputusan Pj Bupati. (RETHA/Y)