BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mengingatkan perlunya dilakukan evaluasi ketersediaan bahan pokok (bapok) pasca Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.
Hal itu ditekankan Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Sri Widanarni Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2024 bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 30 Desember 2024.
“Tidak hanya menjelang nataru tetapi juga pasca nataru, kita harus melakukan evaluasi terkait dengan perkembangan ketersediaan harga bahan pokok yang ada di Kalteng,” ungkapnya.
Sementara itu dalam rakor Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini menyampaikan Tinjauan Inflasi dan Indeks Perkembangan Harga pada Minggu ke-4 Desember 2024.
Ia mengungkapkan sepanjang 2024 hingga November, komponen inti mengalami inflasi (November, y-to-d) sebesar 2,09 persen dengan andil sebesar 1,33 persen terhadap inflasi umum.
“Komunitas penyumbang andil tertinggi adalah emas perhiasan yakni sebesar 0,34 persen. Komoditas ini mengalami inflasi bulanan secara terus menerus dalam 15 bulan terakhir,” tuturnya. (HERMAWAN DP/H)









