BORNEONEWS, Kapuas Hulu - Ibu-ibu rumah tangga menyerahkan senjata api ke Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Malaysia, Batalyon Infanteri (Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif) 312/Kala Hitam. Bertepatan dengan hari Raya Idul Adha,10 Dzulhijah 1437 Hijriyah, Senin (12/9/2016), Satgas menerima 16 senjata api dari warga perbatasan.

“Kami dari Satgas Pamtas selalu memberikan pemahaman dan sosialisasi tentang bahaya kepemilikan senjata api, agar masyarakat memahami dan menghindari penggunaan senjata api secara ilegal yang bisa merugikan jiwa baik diri sendiri maupun orang lain,” ujar Komandan Satgas Yonif 312/KH, melalui Pasi Intel Kapten Inf Wiwin Hariandra, usai apel pagi di Kotis Satgas Pamtas Yonif 312/KH, Nanga Badau, Sabtu (17/9/2016).

Dalam rilis Pendam Tanjungpura, Kapten Inf Wiwin menjelaskan penyerahan senjata api dilakukan masyarakat di berbagai pos satuan jajaran Satgas Pamtas Yonif 312/KH. Penyerahan berlangsung sukarela tanpa paksaan, menandakan semakin meningkatnya kesadaran hukum warga perbatasan RI-Malaysia.

Kapten Wiwin mengklaim, komunikasi sosial yang dilakukan prajurit Satgas Pamtas Yonif 312/KH diterima masyarakat. Buktinya, semakin hari semakin banyak warga yang secara sukarela menyerahkan senjata api kepada Satgas Pamtas. Termasuk oleh kalangan ibu rumah tangga.

Yang patut menjadi contoh, ibu rumah tangga, Nurdian (39) warga Dusun Sungai Kelik Desa Jasa, Kecamatan  Ketungau Hulu, Kabupaten  Sintang dengan sukarela menyerahkan senjata api  jenis penabur/patah. Senjata diserahkan kepada Kopda Abdullah, anggota Pos Sungai Kelik  yang sedang melaksanakan anjangsana di rumah warga lain bernama Daniel.

“ Juga patut menjadi contoh , seorang perempuan Ellin (28) pekerjaan Kades  Merakai Panjang, Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu bersama ibu rumah tangga dan warga masyarakat Merakai Panjang lainnya menyerahkan 14 pucuk senjata api  ke pos Merakai Panjang,” kata Kapten Inf Wiwin Hariandra. (PENDAM TANJUNGPURA/N).