BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Erlan Audri, mengusulkan kepada Pemerintah Kota Palangka Raya, agar pembangunan drainase dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kelayakan dan dampaknya terhadap lingkungan.
Ia menekankan pentingnya pembangunan drainase yang memadai untuk mengatasi masalah genangan air dan banjir, khususnya di wilayah yang rawan terdampak.
Erlan juga mengingatkan, pembangunan infrastruktur drainase harus selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan.
"Hal ini mencakup perencanaan yang matang, penggunaan material ramah lingkungan, dan memastikan bahwa proyek tidak merusak ekosistem sekitar," ungkap Anggota Komisi II membidangi prekonomian dan pembangunan ini, pada Senin, 30 Desember 2024.
Begitu juga dengan pengelolaan air yang baik harus menjadi prioritas dalam pembangunan drainase di Palangka Raya.
"Selain mengatasi permasalahan banjir dan genangan, upaya ini juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang," tuturnya.
Lanjutnya, pengelolaan drainase yang ramah lingkungan dapat dilakukan melalui perencanaan yang komprehensif, seperti pengendalian aliran air, penggunaan teknologi ramah lingkungan, dan pemeliharaan secara berkala.
Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya menanamkan kesadaran kepada masyarakat tentang menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan.
"Dengan langkah tersebut, saya berharap pembangunan drainase tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem di Palangka Raya dan memastikan lingkungan yang sehat bagi generasi masa depan," harapnya. (MARINI/H)









