BORNEONEWS, Sampah - Menjadi tradisi sebagian masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat libur tahun baru berbondong-bondong berlibur atau berwisata.
Salah satu satu tujuan wisata di Kotim adalah Pantai Ujung Pandaran yang ada di Kecamatan Teluk Sampit.
"Tadi info dari lokasi Pantai Ujung Pandaran, diminta untuk berhati-hati saat berenang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Multazam K. Anwar, Senin, 30 Desember 2024.
Libur tahun baru biasanya pengunjung di Pantai Ujung Pandaran meningkat signifikan. Diperkirakan ribuan warga akan memadati wisata tersebut. Sebagian besar dari pengunjung menikmati pantai dengan berenang.
Mereka diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berenang di laut. Ubur-ubur bisa saja muncul dan menyengat, sehingga dapat menyebabkan rasa sakit dan gatal-gatal.
Lebih lanjut, Multazam menjelaskan bahwa keberadaan ubur-ubur di perairan Pantai Ujung Pandaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk arus laut dan kondisi cuaca. Oleh karena itu, wisatawan disarankan untuk selalu memperhatikan kondisi laut sebelum berenang.
"Sebelum masuk ke air, perhatikan dulu kondisi laut. Jika terlihat banyak ubur-ubur atau kondisi laut sedang tidak bersahabat, sebaiknya tunda dulu aktivitas berenang," imbaunya.
Selain itu, BPBD Kotim juga mengimbau para wisatawan untuk membawa perlengkapan pertolongan pertama, seperti salep antiseptik, untuk mengantisipasi sengatan ubur-ubur. Jika terjadi sengatan ubur-ubur, wisatawan disarankan untuk segera mencuci area yang terkena sengatan dengan air laut dan segera mencari pertolongan medis.
"Jangan menggaruk area yang terkena sengatan ubur-ubur, karena dapat memperparah iritasi. Segera bilas dengan air laut dan cari pertolongan medis jika diperlukan," tambah Multazam.
Hal serupa disampaikan oleh Dosen IAIN Palangka Raya program studi Tadris Biologi, Jumrodah, salah satu faktor kemunculan ubur-ubur yang berlimpah di permukaan pantai adalah terjadinya migrasi dari daerah yang memiliki suhu air yang dingin ke suhu lebih hangat.
"Ini biasanya terjadi di bulan September sampai Desember. Itu dikarenakan pada bulan tersebut pola arus laut di beberapa wilayah mengalami perubahan termasuk meningkatnya suhu. Hal itu meningkatkan aktivitas reproduksi karena suhu air yang hangat merangsang hormon reproduksi pada biota laut. Ini menyebabkan mereka menjadi lebih aktif dalam mencari pasangan dan melakukan pemijahan," jelasnya.
Ia juga menyampaikan bisa jadi kemunculan ubur-ubur itu karena adanya eutrofikasi sehingga terjadinya blooming alga atau fitoplankton, ini dpt menyebabkan populasi ubur-ubur meningkat, lantaran melimpahnya ketersediaan makanan ubur-ubur di perairan tersebut.
"Benar, pengunjung wisata di pantai diimbau hati-hati saat berenang di saat seperti ini , terutama anak-anak. Orangtua harus lebih melakukan pengawasan," tuturnya. (DEVIANA/H)









