SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Momen perayaan tahun baru menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang jagung di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Nurjanah, salah satu pedagang jagung, mengatakan penjualan jagung tahun ini diprediksi meningkat meskipun stok jagung terbatas dibandingkan tahun sebelumnya.

“Setiap tahun kami jualan jagung untuk tahun baru. Tahun ini barangnya sedikit dan jagungnya juga tidak sebagus tahun lalu karena kebanjiran,” kata Nurjanah, Selasa, 31 Desember 2024.

Keterbatasan stok jagung akibat pengaruh cuaca membuat harga mengalami kenaikan. Saat ini, harga satu ikat jagung yang berisi lima buah mencapai Rp30.000, naik Rp5.000 dari tahun lalu yang hanya Rp25.000.

Meski demikian, permintaan tetap tinggi karena jagung menjadi salah satu bahan makanan ciri khas perayaan tahun baru.

“Kami mulai berjualan sejak 29 Desember, dan puncaknya nanti tanggal 31 Desember kami bisa berjualan sampai malam. Jagung ini kami datangkan dari Kota Besi kurang lebih 1.000 biji. Warga akan berebut karena stok tahun ini memang sedikit,” tambahnya.

Nurjanah bersama pedagang lainnya sudah bersiap untuk melayani lonjakan pembeli pada malam pergantian tahun. Ia berharap stok jagung yang didatangkan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin merayakan tahun baru dengan acara bakar jagung bersama keluarga atau teman.

Jagung bakar telah menjadi bagian dari tradisi perayaan tahun baru di Sampit. Selain praktis, jagung bakar juga menjadi pilihan camilan yang disukai banyak orang. Tidak heran, momen seperti ini selalu dimanfaatkan para pedagang untuk meningkatkan penghasilan. Sehingga penjualan jagung musiman marak di tepi jalan Sampit jelang momen tahun baru. (DEWI PATMALASARI/H)