BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, memastikan persiapan lahan untuk pengembangan Bandara H Asan Sampit akan selesai pada 2025.
Pengembangan ini mencakup perpanjangan dan pelebaran landasan pacu (runway), serta peningkatan daya tahan aspal (PCN).
"Kalau master plan-nya bandara nasional memang butuh 77 hektare untuk pengembangan itu tahapannya masih lama. Tetapi yang terpenting saat ini adalah perpanjangan dan pelebaran runway serta peningkatan PCN. Saat ini panjangnya 2.060 meter, dan kita tingkatkan menjadi 2.200 meter. Lebarnya pun harus mencapai 45 meter, meskipun informasi teknisi menyebutkan lebar 30 meter tidak masalah asalkan PCN-nya kuat," kata Halikinnor, Selasa, 31 Desember 2024.
Saat ini, hanya maskapai Nam Air yang melayani penerbangan di Bandara H Asan Sampit. Namun, kondisi pesawat yang sudah tua memicu kekhawatiran terkait operasionalnya ke depan. Sehingga pihaknya terus berupaya meningkatkan bandara agar dapat didarati pesawat jenis Airbus A320.
Adapun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim telah menghibahkan 5 hektare lahan kepada Kementerian Perhubungan untuk perpanjangan runway. Sementara itu, lahan seluas 1,8 hektare untuk pemindahan gedung PKP-PK sedang dalam proses dan ditargetkan selesai pada 2025.
"Lahan untuk gedung PKP-PK sempat terkendala pada 2024. Namun, saya tekankan agar awal 2025 sudah selesai," ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya pengembangan Bandara H Asan Sampit untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah daerah terus berkomitmen menyelesaikan berbagai tahapan, termasuk penyediaan lahan dan peningkatan infrastruktur bandara, demi memenuhi standar. (DEWI PATMALASARI/H)









