SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Komando Distrik Militer (Kodim) 1015 Sampit menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan dan penanganan bencana banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Hal ini disampaikan oleh Pasi Ops Kodim 1015 Sampit Kapten Inf Maspur, dalam rapat evaluasi akhir tahun yang digelar Pemerintah Kabupaten Kotim pada Senin (30 Desember 2024).

"Bencana banjir ini menjadi salah satu perhatian serius kami untuk membantu penanganannya. Tentu tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah," ujarnya. 

Rapat yang dipimpin oleh Bupati Halikinnor dan didampingi Wakil Bupati Irawati, dihadiri oleh pimpinan satuan organisasi perangkat daerah, sejumlah pimpinan instansi vertikal dan swasta, serta tokoh masyarakat.

Maspur mengungkapkan Kodim 1015 Sampit berkomitmen mendukung program-program pembangunan yang dijalankan pemerintah, termasuk dalam hal pencegahan dan penanganan bencana banjir.

Ia menyampaikan berdasarkan data pemetaan, banjir di Kotim pada tahun 2024 ini terjadi di daerah-daerah rawan karena posisinya rendah. Tercatat ada 27 desa di 7 kecamatan yang sempat dilanda banjir yaitu Mentaya Hulu meliputi Desa Kawan Batu, Pahirangan, Tangar, Baampah, Penda Durian dan Tanjung Bantur.

Banjir di Kecamatan Telawang sempat terjadi di Desa Tanah Putih dan Sebagi. Banjir di Kecamatan Mentaya Hilir Utara sempat terjadi di Desa Natai Baru, Pondok Damar, Sumber Makmur, Bagendang Hulu dan Bagendang Tengah.

Banjir di Kecamatan Antang Kalang sempat terjadi di Desa Tumbang Kalang. Selanjutnya banjir di Kecamatan Cempaga Hulu sempat terjadi di Desa Bukit Raya dan Pantai Harapan. 

Selanjutnya banjir di Kecamatan Parenggean sempat terjadi di Kelurahan Parenggean, Desa Barunang Miri, Kabuau, Tehang dan Menjalin. Sementara itu banjir di Kecamatan Kota Besi sempat terjadi di Desa Hanjalipan, Simpur, Rasau Tumbuh, Palangan, Pamalian dan Soren. 

Dalam upaya penanggulangan banjir, Kodim 1015 Sampit aktif terlibat dengan mendirikan posko penanganan terpadu, menyiagakan perlengkapan darurat, bersinergi dengan semua pemangku kepentingan, dan mendukung percepatan bantuan kepada masyarakat terdampak. 

"TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menangani bencana banjir maupun bencana lainnya," pungkasnya. (DEVIANA/H)