BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengatakan alih status Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meringankan beban pembiayaan pembangunan infrastruktur di daerah yang memiliki wilayah luas ini.
“Alih status Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu menjadi jalan provinsi tentu sangat menguntungkan bagi daerah. Tahun depan sudah dianggarkan oleh Gubernur. Harapan kita, jalan dari Cempaka Mulia sampai Seranau sudah beraspal, lalu hingga Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, sudah dilakukan pengerasan dengan anggaran kurang lebih Rp200 miliar,” kata Halikinnor, Selasa, 31 Desember 2024.
Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu merupakan jalur strategis sepanjang 125 kilometer yang menghubungkan 3 kecamatan di Kotim, yaitu Kecamatan Cempaga, Kecamatan Seranau, dan Kecamatan Pulau Hanaut. Namun saat ini baru fungsional kurang lebih 33 kilometer dari Kecamatan Cempaga hingga Desa Terantang Kecamatan Seranau.
Jalur ini menghubungkan 23 desa dan berpotensi meningkatkan konektivitas wilayah. Dengan alokasi anggaran dari pemerintah provinsi, diharapkan pembangunan infrastruktur jalan ini dapat segera terealisasi bahkan hingga tembus Desa Kampung Melayu, Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan.
Untuk itu, Halikinnor meminta Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama segera menuntaskan administrasi proses alih status jalan tersebut.
“Administrasinya tolong diselesaikan segera, agar proses ini berjalan lancar. Ini akan sangat membantu kita membiayai sebagian pembangunan karena wilayah Kotim luas sekali,” ujar Halikinnor.
Dengan dukungan anggaran dari provinsi, pembangunan Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, mempermudah mobilitas warga, serta meningkatkan aksesibilitas antardaerah di Kotim dan sekitarnya. (DEWI PATMALASARI/H)









