BORNEONEWS, Palangka Raya - CV Smart Batik Indonesia, mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit BPDPKS, berhasil mencapai Top 10 dalam program Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2024. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi E-Commerce Indonesia atau idEA dan Kementerian UMKM.
Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan apresiasi kepada pengusaha kecil dan menengah yang telah berinovasi dalam mengembangkan produk-produk lokal yang memiliki daya saing tinggi. Peserta BBI 2024 adalah pelaku usaha yang telah berkomitmen mengikuti rangkaian kegiatan Bangga Buatan Indonesia sepanjang tahun 2024, sehingga terpilih nominator dari 20 provinsi.
Dalam program ini, CV Smart Batik Indonesia masuk dalam kategori fesyen modest dengan inovasi utama berupa batik sawit yang dikembangkan bersama BPDP Kelapa Sawit. Meskipun baru dikembangkan selama satu tahun terakhir, produk batik sawit ini sudah menarik minat berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintahan, pecinta batik, hingga kalangan artis.
Inovasi ini menunjukkan potensi besar batik sawit sebagai produk fesyen yang unik dan berdaya saing tinggi.
CEO Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan yang akrab disapa Ihsan, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung upaya pengembangan industri batik sawit. Ihsan juga berkomitmen untuk terus berkarya dan melibatkan lebih banyak ibu-ibu pembatik di pedesaan.
"Alhamdulillah bisa masuk Top 10 dari ratusan pendaftar. Terima kasih untuk semua pihak yang selalu mendukung upaya kami. Semoga kami terus bisa berkontribusi untuk ibu-ibu pembatik melalui pengembangan inovasi batik berkelanjutan," ungkap Ihsan, yang juga merupakan alumni Beasiswa LPDP program MBA UGM pada Selasa, 31 Desember 2024.
Sementara itu, Kepala Divisi UKMK BPDP Kelapa Sawit, Helmi Muhansyah, memberikan tanggapan positif terhadap pencapaian ini.
"Produk-produk berbasis sawit mampu bersaing dengan produk-produk lainnya dan menjadi Top 10 dalam acara bergengsi Anugerah Bangga Buatan Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa produk turunan sawit memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh pelaku usaha di Indonesia," kata Helmi.
Helmi juga berharap bahwa semakin banyak produk-produk unggulan dari turunan sawit yang dapat dikembangkan oleh pelaku usaha di masa depan. Dengan demikian, industri sawit tidak hanya berkontribusi pada sektor pertanian, tetapi juga pada sektor industri kreatif dan fesyen.
"Inovasi seperti batik sawit ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk-produk lokal yang unik dan berdaya saing tinggi," katanya.
Pencapaian CV Smart Batik Indonesia dalam program Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2024 ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara berbagai pihak dapat menghasilkan inovasi yang luar biasa. Dukungan dari BPDP Kelapa Sawit, Asosiasi E-Commerce Indonesia, dan Kementerian UMKM sangat penting dalam mendorong pengembangan produk-produk lokal yang berdaya saing tinggi.
"Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk-produk lokal yang membanggakan Indonesia," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/H)









