TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Warga Desa Jaweten, Kabupaten Barito Timur, menunjukkan solidaritas dan kepedulian mereka dengan membuka rest area bagi jemaah yang akan menghadiri Haul Ke-20 Guru Sekumpul di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Koordinator aksi tersebut, Ramlan Sahruni, menjelaskan bahwa rest area didirikan sebagai upaya membantu para jemaah yang melakukan perjalanan jauh menuju acara Haul Guru Sekumpul. 

Fasilitas yang tersedia di rest area meliputi tempat istirahat, toilet, tempat salat, area parkir, serta makanan dan minuman yang disediakan secara swadaya oleh warga Desa Jaweten.

"Lokasinya sekitar 200 meter ke arah selatan dari simpang empat jalan hauling batubara," kata Ramlan, Selasa, 31 Desember 2024.

Ramlan berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh jemaah, terutama yang berasal dari luar Kabupaten Barito Timur, untuk beristirahat dan menjaga kondisi fisik mereka agar tetap prima sebelum melanjutkan perjalanan ke Martapura.

Haul Guru Sekumpul merupakan peringatan tahunan atas wafatnya ulama besar Kalimantan Selatan, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, atau yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul. Acara puncaknya diadakan setiap tanggal 5 Rajab dalam kalender Hijriah dan dikenal sebagai salah satu acara keagamaan terbesar di Indonesia.

Haul ini menarik perhatian jutaan jemaah, tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia tetapi juga dari luar negeri. Peserta yang hadir meliputi beragam kalangan, mulai dari tokoh agama, pejabat, hingga masyarakat umum yang ingin mengenang keteladanan dan ajaran Abah Guru Sekumpul.

Ramlan menambahkan, dukungan dari warga Desa Jaweten mencerminkan semangat kebersamaan umat Islam untuk memperlancar perjalanan spiritual jemaah menuju acara keagamaan tersebut. 

"Ini adalah bentuk ibadah dan kontribusi kecil kami untuk saudara-saudara muslim yang sedang menempuh perjalanan panjang," ujarnya.

Dengan inisiatif warga Desa Jaweten ini, diharapkan jemaah yang melalui wilayah Barito Timur dapat merasa nyaman dan aman dalam perjalanan mereka menuju Martapura, sehingga dapat mengikuti Haul Guru Sekumpul dengan khusyuk. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)