PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satuan Tugas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tradisional Modern Pasar Kahayan dan sejumlah agen penyalur gas elpiji 3 Kg bersubsidi pada Selasa, 31 Desember 2024.

Sidak bertujuan untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pangan menjelang pergantian tahun, serta mengantisipasi potensi lonjakan harga dan kelangkaan.

Sidak dipimpin Pj Wali Kota Palangka Raya, Akhmad Husain, melibatkan berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, dan perwakilan dari PT. Pertamina Patra Niaga.

Hasil sidak menunjukkan bahwa ketersediaan pasokan bahan pokok di Pasar Kahayan dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar. Harga-harga relatif stabil, meskipun beberapa komoditi seperti cabai mengalami fluktuasi harga.

"Hasil sidak kali ini  tidak ditemukannya penimbunan atau kelangkaan bahan pangan yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga signifikan," katanya.

Selain pasar tradisional, sidak juga menyasar agen-agen penyalur gas elpiji 3 Kg bersubsidi untuk memastikan ketersediaan bahan bakar gas menjelang pergantian tahun. Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipatif untuk menjamin kenyamanan masyarakat Palangka Raya selama libur akhir tahun.

Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan baik. Sidak ini merupakan bagian dari program rutin pemerintah dan langkah proaktif untuk mencegah terjadinya gejolak harga dan kelangkaan menjelang perayaan tahun baru.

"Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok," pungkasnya. (PATHUR/j)