BORNEONEWS, Kasongan - Tenaga guru di Kabupaten Katingan  masih banyak menumpuk di kota. Bupati Ahmad Yantenglie mengatakan itu saat menerima kunjungan rombongan anggota DPRD Kota Kediri di pendopo rumah jabatannya, Sabtu (17/9).

Menurut orang nomor satu di Katingan ini, banyaknya tenaga guru yang menumpuk di perkotaan tersebut mengakibatkan di sejumlah wilayah, terutama pelosok desa kekurangan tenaga pendidik ini.

"Ke depan jumlah guru yang masih menumpuk di kota, baik di Kasongan maupun di ibukota kecamatan-kecamatan yang ada harus segera digeser mengisi sekolah-sekolah di pelosok yang selama ini masih minim tenaga pendidik ini," sebut Bupati Tenglie.

Sebenarnya jika dikalkulasikan antara jumlah murid baik dari SD, SMP maupun SLTA, jumlah guru di daerahnya sudah mencukupi. Dimana perbandingannya satu orang guru mengajar 20 murid, ini sudah terpenuhi sesuai standar nasional.

"Tapi karena masih adanya penumpukan guru di sejumlah kota, mengakibatkan sejumlah sekolah-sekolah terutama di pelosok desa terjadi kekurangan guru," katanya. 

Permasalahan lainnya, kata Bupati Ahmad Yantenglie ini terkait letak geografis di daerahnya, terutama antardesa menghubungkan ibukota kecamatan yang ada yang dinilai berjauhan. Kemudian masalah insfrastruktur yang juga masih belum semua wilayah desa yang bisa ditempuh melalui jalur darat.

"Ada juga di suatu desa yang sekolahnya hanya memiliki 13 siswa terdiri dari kelas 1 sampai 6. Mau ditambah gurunya juga tidak efektif karena muridnya juga hanya beberapa saja, mau digabung dengan sekolah di desa lain jaraknya berjauhan, hal inilah kondisi sebagian sekolah di pelosok," katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Katingan Hartoni mengaku jika pihaknya dalam waktu tidak terlalu lama bakal segera melakukan penguraian terhadap sejumlah guru yang dinilai ada penumpukan di sejumlah kota untuk ditempatkan ke daerah pedalaman yang selama ini masih kekurangan guru itu.

Hal ini dilakukan juga karena sesuai kontrak kinerja yang ia tandatangani bersama Bupati Katingan salah satunya melakukan pemerataan tenaga pendidik ini, mulai dari guru SD, SMP dan SMA. (ABDUL GOFUR/m)