BORNEONEWS, Sampit - Masih begitu mudahnya menjumpai gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Sampit, Kabupaten Kotim. Meski sudah dirazia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat, mereka terus saja beroperasi mencari titik lengah petugas.
Warga Kota Sampit mengeluhkan dengan berkeliarannya para pengemis itu. Apalagi pengemis dengan membawa anak-anak dan balita saat beroperasi, membuat warga geram karena kasihan melihat anak di bawah umur diikutkan mengemis.
"Saya geram dan iba juga melihat balita dibawa-bawa mengemis. Padahal ini mungkin hanya modus agar orang yang melihat menjadi kasihan dan memberikan uang," kata Rahmah, 27, seorang warga, Minggu (18/9/2016).
Para pengemis itu terlihat meminta-minta di pertokoan dan pasar swalayan di Jalan Letjend Sutoyo Sampit, Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, dan Taman Kota Sampit.
Pantauan media ini Minggu (18/9/2016) siang, di pertokoan dan swalayan di kawasan Jalan Letjend Sutoyo S Sampit, sejumlah pengemis itu merupakan wanita agak paruh baya, berusia sekitar 35-40 an tahun.
"Terkadang mereka tiga orang untuk mengemis, hari ini saya lihat hanya sendirian. Mereka juga kadang membawa anak-anak bermodus untuk mencari belas kasih orang," ucap Beno, 34, pedagang minuman di depan toko swalayan di Jalan Letjend Sutoyo S Sampit.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kotim Rihel, mengatakan gepeng belakangan cenderung memilih beroperasi saat akhir pekan dan hari libur. Dia mengakui sulitnya memberantas total gepeng itu salah satunya karena mereka tidak pernah jera dan beroperasi kucing-kucingan dengan petugas.
"Malah terkadang yang tertangkap orangnya itu-itu juga. Padahal sudah dilakukan pembinaan oleh Dinsosnakertrans," ucap dia.
Meskipun demikian, lanjut Rihel, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinsosnakertrans untuk turun melakukan penertiban, termasuk mencari cara agar para gepeng tersebut bisa jera. Seperti mengumumkan dan mengunggah foto gepeng di media sosial agar masyarakat mengetahui. (RIFQI/m)








