BORNEONEWS, Kuala Kurun - Saat ini harga berbagai kebutuhan pokok di Kuala Kurun ibu kota Kabupaten Gunung Mas (Gumas) masih mahal. Ini menjadi beban tersendiri bagi masyarakat, terlebih usaha masyarakat yang semakin sulit.
Dari pantauan Borneonews di Pasar Kuala Kurun, Minggu (18/9/2016), beberapa bulan terakhir harga kebutuhan pokok di Gumas belum mengalami penurunan. Seorang pedagang di pasar Kuala Kurun, Amat, 35, menuturkan, saat ini harga kebutuhan pokok seperti bawang merah Rp48 ribu per kilogram, bawang putih Rp38 ribu per kilogram, gula Rp15 per kilogram, telor ayam ras Rp40 per tabak.
“Untuk beras pada kisaran Rp10.000 sampai Rp16.000 per kilogram, sesuai kualitas beras,” terang dia.
Menurut Amat, untuk harga jual sembako dari para pedagang disesuaikan dengan harga beli dari agen di Palangka Raya mau pun Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
”Kami hanya menyesuaikan saja. Bila harga dari agen naik, maka harga juala kepada masyarakat juga kami naikan, begitu pun sebaliknya,” terang dia.
Selain harga kebutuhan pokok, harga sayur dan ikan di pasar Kuala Kurun dalam beberapa bulan terakhir tidak mengalami perubahan.
”Untuk harga ikan seperti patin Rp30 ribu per kilogram, ikan mas Rp40 ribu per kilogram, nila Rp40 ribu per kilogram dan ikan sungai Rp60 ribu per kilogram,” ungkap Susi, 26, salah seorang penjual ikan di pasar Kuala Kurun.
Timgginya harga kebutuhan pokok di Kabupaten Gumas berbanding terbalik dengan penghasilan masyarakat di kabupaten bermoto Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.
“Saat ini usaha masyarakat di daerah ini semakin sulit. Misalnya harga karet sangat murah, padahal itu usaha andalan masyarakat. Di samping itu, bekerja menambang emas saat ini juga sulit,” kata seorang warga bernama Jagau, 35.
Jagau mengharapkan, dalam waktu dekat harga berbagai kebutuhan pokok cepat mengalami penurunan. Selain itu Pemerintah juga harus berupaya untuk membuka peluang usaha bagi masyarakat di Kabupaten Gumas. (EPRA SENTOSA/m)








