BORNEONEWS, Kasongan - Harga perhiasan jenis emas di Kabupaten Katingan pasca Idul Fitri maupun Idul Adha dinilai masih tetap tinggi.

"Biasanya habis Hari Raya Haji ini banyak yang menjual emas, sehingga harganya pun bisa turun. Tapi ternyata tidak," ujar Rahmawati, warga Kereng Pangi usai membeli perhiasan emas di Pasar Kereng Pangi Kabupaten Katingan, Minggu (18/9/2016).

Menurutnya, harga emas yang ia beli beberapa waktu lalu dibanding dengan harga jual saat ini masih sama persis.

"Waktu itu saya beli emas yang sembilan-sembilan di Kereng Pangi Rp560 ribu per gramnya, terus hari ini kita beli lagi saya kira harganya turun soalnya habis hari raya biasa turun, tapi ternyata harganya masih tetap kayak dulu," ujarnya.

Rahmawati mengaku, selain untuk dipakai sebagai perhiasan, emas yang ia beli juga sebagai investasi.

"Kalau ada keperluan mendadak emas ini bisa kita jual langsung dapat uang. Ya, hitung-hitung juga nabung selain untuk dipakai," imbuhnya.

Yati, seorang penjual perhiasan di Pasar Kereng Pangi mengkui jika harga emas sejak sebelum Idul Fitri maupun setelah Idul Adha 1437 Hijriyah kemarin harganya relatif stabil.

"Kalau yang emas dengan karat 99 sejauh ini masih tetap kita jual Rp560.000 per gram. Tapi kalau kita beli potongannya Rp20.000 per gram," ujarnya.

Sejauh ini, katanya harga perhiasan emas ini masih cukup stabil. Namun jika ada kenaikan harga sejauh ini terjadi pada emas karat 420 yang mengalami kenaikan Rp10.000 per gram daripada sebelumnya. Sedangakan emas karat 99 masih tetap bertahan di Rp560,000 per gram.

Namun demikian meski harganya paling mahal, tapi yang banyak dicari adalah jenis emas karat 99. Kemudian emas dengan karat 420 diurutan dua dan emas dengan karat 700 diurutan berikutnya.

"Yang paling banyak diminati adalah emas karat 99 itu, tapi tidak jarang juga warga yang mencari emas karat 420 dan 700 yang harganya lebih murah dibanding yang karat 99," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/m)