BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menggunakan metode keuangan digital di tahun 2025.
Imbauan ini disampaikan mengingat semakin maraknya penggunaan dompet digital dan investasi digital yang berpotensi menimbulkan risiko kerugian finansial.
Sudarsono menekankan pentingnya masyarakat untuk memahami betul mekanisme dan risiko yang terkait dengan penggunaan keuangan digital. Ia menyarankan agar masyarakat mempelajari dengan seksama syarat dan ketentuan sebelum menggunakan aplikasi dompet digital maupun platform investasi digital.
"Masyarakat harus waspada dan cermat. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang besar tanpa memahami risikonya," ujar Sudarsono, Kamis, 2 Januari 2025.
Ia mengingatkan agar masyarakat menghindari investasi bodong yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat.
Komisi I DPRD Kalteng mendorong peningkatan literasi keuangan digital di kalangan masyarakat. Hal ini penting agar masyarakat dapat membuat keputusan finansial yang bijak dan terhindar dari penipuan atau kerugian.
Pemerintah dan lembaga terkait diharapkan berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, Sudarsono juga meminta agar pemerintah dan pihak berwenang memperketat pengawasan terhadap aplikasi dan platform keuangan digital yang beroperasi di Kalteng.
Hal ini bertujuan untuk mencegah maraknya aplikasi atau platform yang tidak terdaftar dan berpotensi merugikan masyarakat. Ia berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi keuangan digital dengan bijak dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
"Perlindungan konsumen dalam sektor keuangan digital juga harus diperhatikan," tambah Sudarsono. (PATHUR/j)









