PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kotawaringin Barat (Kobar) kembali menjadi perhatian publik. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan keresahan.

Wakil Ketua I DPRD Kobar, Rudi Imam Gunawan, mendesak pemerintah daerah untuk segera mencari solusi atas permasalahan tersebut. Menurutnya, antrean panjang kendaraan tidak hanya berdampak pada ketidaknyamanan masyarakat, tetapi juga memengaruhi perekonomian lokal.

“Kondisi ini harus segera diatasi. Kami di DPRD siap mendukung pemerintah daerah dalam mencari solusi yang efektif,” ujar Rudi Gunawan, Kamis, 2 Januari 2025.

Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan salah satu penyebab utama antrean panjang adalah distribusi bahan bakar yang tidak merata. Selain itu, terdapat dugaan penyalahgunaan bahan bakar oleh pihak-pihak tertentu.

“DPRD Kobar meminta pengawasan lebih ketat dan kerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan distribusi bahan bakar berjalan sesuai aturan,” tambahnya.

Rudi juga menyarankan agar pemerintah daerah bekerja sama dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan bahan bakar mencukupi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, ada beberapa SPBU di Kobar yang tidak menjual pertalite, dan hal ini menambah beban SPBU lain.

“Jika seluruh SPBU di Kobar bisa menyediakan pertalite, insyaallah mampu mengurangi antrean yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Selain itu, Rudi menekankan pentingnya langkah nyata seperti peningkatan fasilitas dan sistem antrean di SPBU agar lebih tertib dan efisien. Ia juga mengusulkan solusi jangka panjang, seperti penggunaan teknologi untuk memonitor distribusi bahan bakar.

“Kami harap ada langkah nyata dari pihak-pihak terkait. Kami di DPRD siap mengawal setiap kebijakan yang diambil demi kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat Kobar,” tegasnya.

DPRD Kobar berkomitmen untuk terus memantau perkembangan masalah ini dan memastikan pemerintah daerah mengambil langkah konkret.

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak lagi terganggu aktivitasnya hanya karena antrean bahan bakar," pungkasnya.

Diinformasikan, bahwa beberapa hari terakhir ini ramai di sosial media terkait kelangkaan BBM Subsidi, serta antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU di Pangkalan Bun. (DANANG/H)