PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rawing Rambang, seorang pengamat ekonomi bidang perkebunan dan dosen di Universitas Kristen Palangkaraya atau UKPR memberikan tanggapannya terhadap pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto pada acara Musrenbangnas RPJMN 2025-2029 di BAPPENAS pada 30 Desember 2024 lalu yang mengatakan bahwa sawit merupakan aset negara.

"Sebagai insan perkebunan yang mencintai kelapa sawit, saya sangat menyambut baik dan senang mendengar apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden. Menurut hemat saya, pernyataan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Pejabat Daerah, TNI, dan POLRI, tetapi juga kepada Pejabat Pusat serta semua instansi terkait," kata Rawing kepada Borneonews, Kamis, 2 Januari 2025.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah mengatakan bahwa dirinya berharap apa yang disampaikan Presiden ini tidak hanya sekedar pidato atau wacana, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kebijakan konkret, seperti proses perizinan yakni penggunaan kawasan hutan dan non-hutan, gangguan usaha, konflik sosial, dan lain-lain. Kondisi ini dirasakan oleh pelaku usaha, baik pengusaha maupun petani pekebun sawit.

"Peran kelapa sawit di tingkat nasional memang tidak diragukan lagi. Kelapa sawit memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, menjaga lingkungan, dan sosial," tutur Rawing lagi.

Berdasarkan data terakhir, luas kelapa sawit nasional mencapai 16,8 juta hektar, dengan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 4,5 persen. Pada APBN tahun 2023, kelapa sawit menyumbang Rp8 triliun. Kelapa sawit diekspor ke 160 negara dan memiliki 179 produk industri hilir. Selain itu, kelapa sawit merupakan komoditas penyumbang terbesar ekspor non-migas.

Kelapa sawit Indonesia berkontribusi sebesar 23 persen dari minyak nabati dunia atau 58 persen dari produksi sawit dunia. Berdasarkan data yang dirilis oleh Menko RI pada tanggal 7 November 2024, kelapa sawit nasional menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 16,2 juta orang dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 22 juta orang.

"Dari data-data di atas, jelas bahwa kelapa sawit merupakan komoditas yang sangat strategis dan penting. Oleh karena itu, wajar jika Bapak Presiden menyampaikan bahwa kelapa sawit merupakan aset nasional," jelasnya.

Perlu juga diketahui menurut Rawing bahwa kelapa sawit merupakan komoditas yang sangat cocok berkembang di daerah tropis dan kepulauan, mengingat suhu, kelembaban, dan sinar matahari yang sesuai dengan lingkungan hidupnya.

"Selama ini, kita bersyukur dan berterima kasih kepada TNI dan Polri yang telah membantu mengamankan kebun kelapa sawit milik petani maupun pengusaha kebun dari aksi pencurian maupun konflik sosial lainnya. Kita berharap upaya ini dapat ditingkatkan di masa mendatang," ujarnya. (TESTI PRISCILLA/H)