PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa pada Desember 2024, beberapa kelompok pengeluaran memberikan andil terhadap inflasi year-on-year atau y-on-y.

"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil sebesar 0,65 persen, sementara kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil sebesar 0,02 persen," kata Agnes menyampaikan berita resmi statistik pada Kamis, 2 Januari 2025.

Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga memberikan andil sebesar 0,01 persen, dan kelompok kesehatan memberikan andil sebesar 0,03 persen. Kelompok pendidikan memberikan andil sebesar 0,08 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,16 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen.

"Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran memberikan andil terhadap deflasi y-on-y. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen, sementara kelompok transportasi memberikan andil deflasi sebesar 0,19 persen. Hal ini menunjukkan adanya penurunan harga pada beberapa kelompok pengeluaran yang signifikan." terang Agnes lagi.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Desember 2024 antara lain emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan gabus, bawang merah, minyak goreng, kopi bubuk, ikan patin, terong, beras, udang basah, bawang putih, gula pasir, telur ayam ras, Sigaret Kretek Tangan (SKT), bayam, tomat, ikan baung, sewa rumah, air kemasan, dan pemeliharaan/service. Komoditas-komoditas ini mengalami kenaikan harga yang signifikan sehingga memberikan kontribusi terhadap inflasi.

Sebaliknya, beberapa komoditas memberikan andil terhadap deflasi y-on-y. Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras, cabai rawit, angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, ikan peda, ikan papuyu, cabai merah, pepaya, sabun cair/cuci piring, solar, jeruk, masker, rampela hati ayam, semangka, daun singkong, sabun mandi cair, buku tulis bergaris, susu bubuk untuk balita, dan ikan lele. Penurunan harga pada komoditas-komoditas ini memberikan kontribusi terhadap deflasi.

"Selain itu, pada Desember 2024, beberapa komoditas memberikan andil terhadap inflasi month-to-month. Komoditas tersebut antara lain ikan gabus, bawang merah, bayam, ikan nila, terong, beras, kangkung, ikan asin sepat, telur ayam ras, tomat, cabai rawit, sawi hijau, minyak goreng, udang basah, ikan baung, ikan lais, bawang putih, kopi bubuk, ikan bawal, dan jagung manis. Kenaikan harga pada komoditas-komoditas ini memberikan kontribusi terhadap inflasi m-to-m," jelasnya.

Di sisi lain, beberapa komoditas memberikan andil terhadap deflasi m-to-m. Komoditas tersebut antara lain angkutan udara, ketimun, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, ikan saluang, bahan bakar rumah tangga, dan ikan peda. Penurunan harga pada komoditas-komoditas ini memberikan kontribusi terhadap deflasi m-to-m.

"Hal ini menunjukkan adanya dinamika harga yang beragam pada berbagai komoditas di bulan Desember 2024," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/j)