BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Agar tidak terbaca oleh target saat melakukan kegiatan operasi Polisi Resort Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan cara bertindak (CB)  berbeda-beda.


Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Kobar AKBP Heska Wahyu Widodo melalui Kepala Satuan (Kasat) Sabhara, AKP Bimo Wira Baskara, saat kegiatan operasi di tiga penjuru kawasan Bundaran Pancasila, Sabtu (17/9/2016).


"Ini operasi rutin yang sudah berjalan, namun untuk CB atau cara bertindaknya dilakukan berbeda-beda," terang Kasat Sabhara.


Ia menjelaskan lebih lanjut, cara bertindak berbeda-beda seperti patroli dialogis, razia di tempat ataupun razia mobile dan hunting bertujuan agar operasi yang dilakukan tidak terbaca oleh target operasi sehingga antara petugas dan target tidak terkesan kucing-kucingan.


Operasi mobile patroli yang dilaksanakan pada akhir pekan di kawasan Bundaran Pancasila itu, Polres Kobar menerjunkan sebanyak 30 personel dengan menggunakan 15 kendaraan roda dua. Operasi patroli mobile tersebut menyasar tiga penjuru bundaran seperti Jalan Pemuda, Jalan Iskandar dan Jalan HM, Rafi'i, selain itu titik-titik yang dinilai rawan juga menjadi sasaran patroli pada malam itu.


"30 personel yang menggunakan 15 kendaraan roda dua tersebut kami pecah menjadi tiga penjuru," beber Kasat Sabhara.


Ia juga mengungkapkan dalam operasi patroli mobile yang berlangsung sekitar dua jam tersebut polisi berhasil menjaring delapan kendaraan bermotor dan menciduk delapan remaja yang kedapatan sedang pesta miras jenis arak oplosan di Kawasan Pangkalan Bun Park.


Ia berharap dengan operasi patroli mobile tersebut adalah untuk memberikan rasa aman dan menjaga kekondusifan suasana kepada masyarakat karena seperti diketahui kawasan Bundaran Pancasila pada akhir pekan (weekend), intensitas dan eskalasi masyarakat yang mengunjungi Bundaran Pancasila cukup banyak. Selain itu ia juga berharap agar masyarakat jangan merasa takut kepada polisi karena rasa bersalah sehingga terkesan kucing-kucingan tetapi kami ingin masyarakat dengan sepenuh hati tumbuh kesadaran untuk mentaati peraturan dengan sendirinya.


"Kami ingin kesadaran untuk taat terhadap peraturan tumbuh dengan sendirinya bukan karena takut terhadap polisi, kami pun akan terus melakukan sosialisasi dan patroli baik dialogis dan lain sebagainya untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat," tutup Kasat Sabhara.


Sementara itu dari pantauan Borneonews di Jalan Iskandar, banyak pengendara yang berputar arah tanpa mengindahkan keselamatannya saat operasi berlangsung. Dengan kecepatan tinggi mereka menerobos kepadatan lalu lintas dan hilang masuk ke gang-gang kecil.


Namun pengendara roda dua yang tidak sempat berputar terus melaju bahkan ada yang tidak menggunakan helm, dengan sigap beberapa anggota Satlantas segera menangkap pengendara tersebut. (KOKO SULISTYO/m)