BORNEONEWS, Sampit - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dharma Tirta Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur terus melakukan pembenahan pipa guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya. Terutama kepada pelanggan baru yang mencapai ribuan, dan sekarang masuk daftar tunggu.
“Saat ini kapasitas produksi kami sebesar 270 liter per detik. Kapasitas akan bertambah karena kami sedang membangun instalasi berkapasitas 100 liter per detik. Insya Allah Desember nanti kemungkinan akan dapat tambahan lagi, tambahan kapasitas 100 liter per detik sehingga mampu melayani sedikitnya 8.000 pelanggan baru pada 2017,” kata Direktur PDAM Dharma Tirta Sampit, Firdaus Herman Ranggan, Minggu (18/9/2016).
Berbagai terobosan terus dilakukan oleh PDAM Dharma Tirta Sampit guna meningkatkan kapasitas produksi air bersih untuk memperluas layanan kepada masyarakat. Di antaranya dengan menggandeng pihak swasta, sehingga pelayanan kepada pelanggan meningkat.
Selain itu, kata Firdaus, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan pipanisasi untuk wilayah-wilayah yang rawan terjadi krisis air bersih, seperti wilayah Selatan yang meliputi Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan dan Mentaya Hilir Utara, merupakan daerah rawan krisis air bersih. Saat kemarau, masyarakat setempat kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber air seperti sumur dan danau menjadi kering, sedangkan air sungai berasa asin akibat intrusi air laut.
“Pemasangan pipa ke kawasan Selatan sudah selesai. Jadi saat kondisi darurat, Insya Allah akan bisa kita atasi,” kata Firdaus.
Seperti diketahui, saat kemarau pada 2015, kawasan Selatan dilanda krisis air lebih dari lima bulan. Pemerintah daerah terpaksa memasok air bersih dari Sampit menggunakan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat itu intrusi air laut bahkan sempat meluas ke sebagian kawasan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Untuk mencegah krisis air bersih terulang, PDAM sudah memasang pipa berdiameter 30 centimeter hingga ke Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Tahun 2017, pipanisasi itu ditargetkan bisa mencapai Kecamatan Teluk Sampit yang merupakan kecamatan paling ujung di kawasan Selatan.
“Saat ini sudah bisa dialiri, tapi karena belum masa tanggap darurat maka sementara kebutuhan air bersih masih bisa ditangani dari instalasi di Samuda. Kami juga sedang memasang pipa berdiameter 60 centimeter untuk kapasitas yang lebih besar,” jelas Firdaus. (RAFIUDIN/m)








