BORNEONEWS, Pulang Pisau - Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo mencanangkan Des Sei Baru Tewu, Kecamatan Maliku, sebagai Kampung Keluarga Bencana Tingkat Kabupaten Pulang Pisau, di Desa Sei Baru Tewu Minggu (18/9/2016).


Hadir juga dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi IX DPR RI Hang Ali Saputra Syah Pahan, Kepala BKKBN Kalimantan Tengah diwakili Kabid Pengendalian Penduduk Satyawati Kusumawijaya, Wakil Ketua DPRD HA Fadli Rahman, Dandim 1011/KLK  Letkol Inf Akhmad Syaikhu, Ketua TP PKK Nunu Andriani, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Pelindungan Anak dan KB, Kepala Dinas Kesehatan Muliyanto Budihardjo, Camat Maliku Sukarja dan sejumlah Kepala SKPD di lingkup Pemkab Pulang Pisau.


Terkait pencanangan tersebut, Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo mengatakan dalam berbagai kesempatan dan kunjungan kerja ke daerah, Presiden RI selalu menekankan pentingnya Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), utamanya pengendalian penduduk dari berbagai sudut pandang.


"Dari sisi kesejahteraan rakyat, pertumbuhan ekonomi yang dicapai tidak akan memberikan dampak positif jika pertumbuhan penduduk tidak terkendali, dari permasalahan sosial, kesehatan dan pendidikan," kat Bupati.


Demikian juga bupati menyampaikan keprihatinan Presiden RI Joko Widodo terkait capaian program KKBPK)selama lima tahun terakhir ini yang cenderung jalan di tempat dan gaungnya semakin hilang.


"Dulu masyarakat sangat familiar dan hapal lagu KB dan petugas lapangan KB cukup banyak dan orang mau ikut KB karena kesadaran sendiri atau bisa dikatakan KB sudah merupakan kebutuhan," katanya.


Menurut bupati, gagasan presiden membentuk Kampung KB yang sudah diluncurkan pada 14 Januari 2016 di Cirebon, Jawa Barat, merupakan salah satu bentuk perhatian akan pentingnya program KKBPK, sehingga program KKBPK lebih menggelora lagi dan gaungnya semakin menggema.


"Kampung KB merupakan miniatur program KB secara terpadu dan komprehensif di tingkat lini lapangan yang konsepnya memadukan program KB dengan program pembangunan lainnya seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya. "Kampung KB ini juga didesain sebagai upaya pemberdayaan masyarakat terhadap pengelolaan KB, dan pemerintah hanya  menstimulasi dan melakukan pendampingan," katanya.


Dalam kesempatan yang sama Kepala BKKBN Kalimantan Tengah Endang Moerniati melalui Kabid Pengendalian Penduduk Satyawati Kusumawijaya mengharapkan agar pemerintah daerah kabupaten Pulang Pisau beserta seluruh SKPD terkait untuk dapat meberikan dukungan terhadap kampung KB, agar program KB dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 


Demikian juga partisipasi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjamin agar kampung KB dapat berjalan dengan baik."Kami minta juga kepada semua pihak terkait agar bergerak cepat dan sigap melaksanakan berbagai program dan kegiatan KKBPK maupun kegiatan-kegiatan lainnya setelah pencanangan ini dilaksanakan," harapnya.(JAMES DONNY/m)