BORNEONEWS, Sampit – Konflik antara manusia dan buaya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024. Bahkan pada tahun 2022 dan 2023 setiap tahun hanya tercatat 1 serangan buaya, pada tahun 2024 meningkat menjadi 4 kasus serangan dimana 1 diantaranya menyebabkan korban meninggal dunia.
Pada 2022, hanya satu kasus serangan buaya tercatat, yakni di Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Seekor buaya sepanjang 3 meter menyerang seorang warga pada 23 Mei 2022, menyebabkan luka di paha dan kaki.
Tahun berikutnya, 2023, kembali terjadi satu kasus di Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Pada 27 Februari, seekor buaya sepanjang 1,5 meter menyerang seorang warga dan melukai tangan kirinya.
Namun, lonjakan drastis terjadi pada 2024 dengan empat serangan buaya tercatat. Kasus pertama terjadi di Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, pada 23 April 2024, ketika seorang warga terluka saat mencuci beras di tepi sungai.
Kasus kedua pada 23 Mei 2024 di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, menyebabkan luka pada seorang warga saat menjaring ikan.
--page
Kejadian tragis terjadi pada 22 Oktober 2024 di Desa Parebok, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, di mana seorang warga meninggal dunia akibat serangan buaya.
Kasus terakhir dilaporkan di Desa Cempaka Mulia Timur, Kecamatan Cempaga, tiga bulan sebelumnya. Seekor buaya menyerang ternak dan melukai seorang warga yang memasang tajur ikan pada malam hari.
Di tengah lonjakan kasus ini, BKSDA Resor Sampit juga mengevakuasi tiga ekor buaya pada 2024. Seekor buaya terjerat jaring warga di Kecamatan Baamang, seekor anak buaya ditemukan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, dan seekor buaya dewasa ditangkap di irigasi London, Kecamatan Pulau Hanaut.
“Kami terus mengingatkan warga agar berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari. Aktivitas membuang bangkai, sampah, dan lokasi kandang ternak dekat sungai memicu konflik dengan buaya,” kata Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Sampit, Muriansyah, Jumat, 3 Januari 2025.
BKSDA juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam menghindari aktivitas berisiko di sekitar sungai terutama saat malam hari. Karena 4 serangan buaya pada 2024 terjadi pada malam hari saat warga beraktifitas di sungai.
--page
Pihaknya juga selalu berusaha mengingatkan dan mengedukasi warga terkait 3 hal yaitu dilarang membuat kandang ternak di dekat sungai, jangan membuang bangkai dan jangan membuang sampah ke sungai. Karena aktivitas tersebut dapat mengundang buaya datang mencari makan.
"Dan faktanya masih banyak kandang ternak di belakang atau samping rumah warga yang tinggal di tepi sungai. Aktifitas pembuang bangkai binatang dan sampah rumah tangga ke sungai juga masih sering terjadi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









